Abdul Fatah bersama rekannya mengambil Al Quran yang sempat ditahan Bea dan Cukai Tanjungpinang.

beritakepri.id, TANJUNGPINANG — Sempat ditahan sekitar satu hari, akhirnya sebanyak 240 Al-Quran yang dibawa rombongan silaturahmi zuriat Bentan dari Johor Bahru dilepaskan Bea dan Cukai Tanjungpinang pelabuhan Sri Bintan Pura, Ahad (15/3). Dilepasnya Al-Quran yang rencananya disumbangkan ke beberapa panti asuhan, masjid dan lembaga keagamaan di Tanjungpinang ini setelah BC menerima surat resmi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kepri ditandatangani Huzrin Hood sebagai ketua umum.

Surat tersebut berisikan permohonan pengeluaran dan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor barang penumpang yang merupakan hadiah untuk kepetingan umum, amal, sosial, kebudayaan dan keagamaan.

Surat permohonan Dewan Masjid Indonesia untuk melepaskan Al Quran yang ditahan Bea dan Cukai di Pelabuhan Sri Bintan Pura.
Abdul Fatah, pengurus DMI Kepri yang mengambil Al Quran tersebut di Pelabuhan Sri Bintan Pura mengatakan, pihak BC langsung menyerahkan begitu syarat yang diminta dipenuhi.

“Alhamdulillah, Al- Qur’an telah diserahkan kepada kami secara lengkap dan tidak ada lecet sedikitpun, terima kasih kami ucapkan kepada pihak Bea dan Cukai Tanjungpinang,” ucap Fatah.

Al-Quran sebanyak 240 buah dikemas dalam 20 kotak itu merupakan sumbangan zuriat dan kerabat Bentan di Johor Bahru. Semata-mata bermaksud menjalin ukhuwah lewat Al Quran sekaligus menggalakkan syiar agama Islam. Bukan untuk diperjual beli sebagaimana dugaan petugas Bea Cukai.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here