Beranda Berita Utama Bos Rumah Makan Padang Tewas, Istri Sewa Pembunuh Bayaran Bunuh Suaminya

Bos Rumah Makan Padang Tewas, Istri Sewa Pembunuh Bayaran Bunuh Suaminya

167
0
Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subarton tengah memberikan keterangan pers. F humas polri

beritakepri.id, KARAWANG – NW (49), adalah istri dari Khairul Amin (54) yang juga bos rumah makan padang di Karawang, Jabar.

Belakangan ini NW merasa kesal ke suaminya yang membuat perasaannya sakit. Karenanya, dia berniat pun berniat membunuh suaminya.

Langkah pertama yang dia coba, adalah dengan menyantet suaminya. Tapi upaya itu tidak mempan dan gagal.

NW pun mencari jalan pintas, menyewa pembunuh bayaran dengan upah Rp30 juta sekitar September 2021. Dan sudah dibayar Rp20 juta.

Kali ini upayanya berhasil, korban Khairul (54), tewas di tangan pembunuh bayaran suruhan istrinya.

Baca Juga :  Revisi Aturan Pembinaan Penerjemah, Setkab Jaring Masukan dari PFP se-Indonesia

Khairul ditemukan tewas di dekat rumahnya, Jalan Jeruk Guro 1, RT 001 RW 001, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, 27 Oktober 2021.

Tubuhnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah bekas luka tusukan di tubuhnya.

Kasus ini sempat samar, namun Polres Karawang akhirnya mampu mengungkap dan menangkap 5 orang pembunuh bayaran dan NW, dalang pembunuhan itu.

Kelima pembunuh bayaran itu, berinisial AM, H (39), BN (34), RN (33) dan MH (25).

“6 orang tersangka diamankan dan otak dari pembunuhan tersebut adalah istri korban yang berinisial WN,” kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subarton seperti dirilis situs humas polri, Minggu (7/11/2021).

Baca Juga :  Dicari, Pahlawan Milenial untuk Demokrasi

Aldi menambahkan pembunuhan itu buntut dari kekesalan tersangka WN atas perilaku korban. Yang disebutnya sering menyakiti perasaan tersangka WN.

Sehingga ia bekerja sama dengan tersangka lain untuk menghabisi nyawa korban.

“Pembunuhan telah direncanakan sejak bulan september 2021 dan baru berhasil dilakukan oleh para tersangka pada tanggal 28 Oktober 2021,” ucap Aldi.

Atas perbuatannya, imbuh Aldi, para tersangka dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun. (Chalima)

Baca Juga :  Sosialisasikan Pemilu, KPU Lingga Gelar Pentas Seni dan Konser Musik Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here