beritakepri.id, Tanjungpinang-Sempat berhalangan hadir pada pemeriksaan pertama sebagai tersangka penggunaan gelar lulusan yang tidak sesuai dengan bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan, Rini Pratiwi anggota DPRD Kota Tanjungpinang akhirnya memenuhi panggilan polisi,Jumat (30/10) di pagi.

Anggota DPRD  dari Partai PKB tersebut datang memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang didampingi 2 penasihat hukumnya.

“Hari ini kita datang sesuai undangan pemanggilan pihak kepolisian atas pemeriksaan klien kami, dimana pada pemanggilan pertama klien kami berhalangan hadir, namun demikian hal tersebut telah kita koordinasikan kepada penyidik.”Kata Muhammad Ridwan Lubis salah satu penasehat hukum Rini Prastiwi kepada awak media di Mapolres Tanjungpinang.

Baca Juga :  Syahrul Buka Kegiatan Forum OPD Tahun 2020

Sementara terpisah Rini Pratiwi usai pemeriksaan tersebut dirinya ditanyakan terkait kasus dugaan gelar yang tidak sesuai dengan pemberian kampus, dimana pertanyaan yang diajukan penyidik menurutnya sekitar 60 pertanyaan.

“Alhamdulillah, tadi selesai pukul 17.00 Wib. Selama proses pemeriksaan saya telah menjawab sekitar 60 pertanyaan, meski demikian, Alhamdulillah sesuai kemampuan saya telah saya berikan jawab itu kepada penyidik.”Kata Rini Pratiwi.

Dalam kasus tersebut Rini Pratiwi dijerat dengan pasal 68 ayat 3 UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yakni dugaan penggunaan gelar lulusan yang tidak sesuai dengan bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan.(Suaib)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here