Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, didampingi Sekda Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, memimpin rapat rutin dalam upaya mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang.

beritakepri.id, TANJUNGPINANG — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggelar rapat korodinasi melalui Video Conference (Vidcon) dalam rangka mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang akibat dampak Covid-19 dan menjelang Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Rapat ini dipimpin oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, S.IP, di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (16/4) Pagi.

Menurut data yang dipaparkan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri dan BPS Kota Tanjungpinang, menjelaskan bahwa di bulan Maret Tahun 2020 kota Tanjungpinang mengalami penurunan indeks dari Tahun sebelumnya dan mengalami deflasi sebesar 0,40%. Adapun yang mengalami penurunan indeks sehingga terjadi deflasi di bulan Maret Tahun 2020 terjadi di kelompok transportasi dan komoditi bahan pangan karna berkurangnya permintaan di dalam masyarakat, yang diakibatkan juga dengan adanya penyebaran Covid-19 di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Dimanapun Menuntut Ilmu, Jangan Lupakan Adat Budaya Asal

Adapun komoditas dominan pemicu deflasi di Kota Tanjungpinang bulan Maret meliputi, Angkutan udara, Cabe merah, Bawang putih, Ikan tongkol, Minyak goreng, Daging dll, Sedankan komoditi yang memberikan andil inflasi meliputi, Emas perhiasan, Rokok, Ikan kembung, Ikan tamban, dll.

Sementara itu, Perwakilan Bulog mengatakan ketersediaan stok beras yang tersedia saat ini di gudang Bulog Tanjungpinang 1000 ton, sedangkan permintaan penambahan stok beras di Tanjungpinang 1500 ton, Untuk komoditi lainnya seperti minyak goreng 7 ton, Daging beku 7 ton, dengan data yang ada saat ini ketersediaan yang ada di gudang Bulog Tanjungpinang tergolong aman dan mencukupi untuk 6 bulan kedepan.

Dalam kesempatan ini bulog juga menjelaskan adanya Program Kemensos susuai Surat Edaran (SE) NO.3 Tahun 2020, Adanya bantuan bencana non alam Covid dalam kewenangan Bulog dalam hal ini menyediakan stok beras melalui Kemensos prosesnya administrasinya tetap dari pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/kota melalui kepengurusan Dinas Sosial, adapun ketersediaan untuk memenuhi program ini, untuk provisi mendapatkan 200 ton beras dan kabupaten/kota mendapatkan stok beras 100 ton, yang bersumber dari APBN pusat.

Baca Juga :  KNRP - FSLDK Kepri Ajak Warganet Ikuti Program Tadarus Online

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, Dalam sambutannya mengatakan rapat ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengatur strategi dalam menghadapi aktivitas kita pada bulan Ramadhan yang akan datang. Pertemuan ini merupakan salah satu strategi menyusun rencana kegiatan dibulan Ramadhan dan Idul Fitri, Apalagi saat ini Kota Tanjungpinang Juga di hadapkan dengan wabah corona (Covid-19), Wabah ini juga perlu penanganan yang serius.

“Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan stok pangan seperti kegiatan pemantauan harga pasar, menjaga ketersediaan stok dan dan kelancaran distribusi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadilah yang Terbaik, Penuhi Harapan Orang Tua

“Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras Tim TPID Kota Tanjungpinang yang sudah bekerja dengan baik dan maksimal dalam mengendalikan Inflasi selama ini di Kota Tanjungpinang semoga dapat terus dijaga dan dikawal dengan baik hal yang sudah kita laksanakan ini,” tutup Rahma.

Dalam Video Conference (Vidcon) tersebut turut mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H. Irwan.S.Sos, Kabag Ekonomi, Nopirman Syahputra, SE.Ak,CA, serta diikuti, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Dishub, DP3, Dinsos, BUMD Kota Tanjungpinang, BPS Kota Tanjungpinang, Karantina Pertanian dan Perikanan, BMKG Kota Tanjungpinang, Perindag, dan OPD terkait lainnya.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here