Husnizar Hood. F. Mazpram

Hari-hari ini, semakin marak terlihat wajah-wajah yang mengajukan diri sebagai bakal calon anggota legislatif di tepi-tepi jalan. Banyak dari mereka ikut membicarakan pembangunan kebudayaan. Itu sesuatu yang bagus.

Artinya, kebudayaan mulai dapat ruang di tengah isu global dan bukan lagi sekadar pelengkap dalam kerja besar bernama pembangunan.

Namun, perlu diingat, kebudayaan tidak boleh berhenti di bibir. Kebudayaan bukan komoditas yang bisa digerek semena-mena sebagai bahan kampanye. Kebudayaan adalah nilai-nilai luhur yang membentuk jati diri seorang manusia.

Baca Juga :  Hakikat Satuan Pendidikan Sebagai Penyelenggara Pendidikan

Karena itu patut ditimbang lagi apakah mereka yang berbusa-busa membicarakan kebudayaan itu sudah benar-benar mengerti apa itu budaya? Apakah mereka sudah punya konsep tentang pembangunan kebudayaan di Kepulauan Riau yang cocok dan berdaya guna? Atau jangan-jangan, mereka hanya membawa-bawa kebudayaan sebagai alat penjaring suara?

Mari menjadi cerdas sebelum menentukan pilihan di bilik suara.

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here