free page hit counter
Berita UtamaKepri

Kebudayaan yang Menyatukan Kepri dan Melaka

beritakepri.id, MALAYSIA — Wakil Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan silaturahmi antara Melaka, Malaysia dengan Kepulauan Riau harus terus dipererat. Iven-iven sejarah antar dua wilayah ini harus terus digelar dan dipadukan. Sehingga generasi milenial tahu sejarah dan hubungan dua wilayah ini sejak dahulu secara benar.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto foto bersama dalam Majelis Silaturahmi dengan Perhimpunan Melayu Bugis Rumpun di Dataran Mat Riau Bukit Baru, Melaka, Malaysia.

“Mereka mungkin tak terlalu paham, kita lakukan iven dan acara agar mereka tahu ikatan sejarah Kepri dan Melaka. Ke depan kerjasama Melaka dan Kepri terus dipertingkatkan,” kata Isdianto saat menghadiri Majelis Silaturahmi dengan Perhimpunan Melayu Bugis Rumpun di Dataran Mat Riau Bukit Baru, Melaka, Malaysia, Selasa (13/11).

Tampak hadir pada majelis itu Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Abdul Razak berserta pengurus dan LAM dari kabupaten dan kota se-Kepri. Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat seperti Abdul Malik, Zamzami A Karim serta Ketua BKOW Kepri Hj Rosmerry Isdianto.

Dari Malaysia, hadir Datuk Wira Dr Abdul Latif Abu Bakar dari Persatuan Melayu Bugis Serumpum yang berpusat di Negeri Melaka. Juga Pengurusi PMBS Tuan Muhammad Yusuf bin Muhammad Syekh.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto memukul gong Majelis Silaturahmi dengan Perhimpunan Melayu Bugis Rumpun di Dataran Mat Riau Bukit Baru, Melaka, Malaysia.

Pada kesempatan itu, Isdianto juga berkisah tentang hubungan Melayu-Bugis Kepulauan Riau dan Melaka. Zuriat Melayu-Bugis yang ada di Melaka sekarang adalah keturunan Raja Jakfar ibni Raja Haji Fisabilillah. Raja Haji Fisabilillah ibni Daeng Celak adalah Yang Dipertuan Muda (Raja Muda) yang ke-4 Kesultanan Riau-Lingga-Johor dan Pahang. Beliau berkuasa sejak tahun 1777 sampai dengan tahun 1784.

Dengan demikian, kata Isdianto, zuriat Melayu-Bugis yang ada di Melaka merupakan keturunan yang sama dengan zuriat Melayu-Bugis yang ada di Kepulauan Riau.

“Diharapkan ke depan ini dilakukan kerjasama yang lebih banyak di antara Zuriat Melayu-Bugis Melaka dan Kepulauan Riau, khususnya, dan masyarakat Kepulauan Riau dan masyarakat Melaka, umumnya,” kata Isdianto.

Baca Juga :  Stanley dan Mogulisme Media yang Anjay Sekali

Dengan kerja sama itu, hubungan silaturahim di antara Melaka dan Kepri akan semakin erat lagi dan tidak terputus karena perbedaan negara. Semoga harapan itu segera terwujud untuk kemajuan bersama.

Persatuan Melayu Bugis Serumpum yang berpusat di Negeri Melaka menyematkan pin kepada Wakil Gubernur Kepri, Isdianto.

“Sejarah antara Kepulauan Riau dan Melaka punya ikatan tersendiri. Raja Haji Fisabilillah membuat ikatan itu semakin erat,” kata Isdianto.

Menurutnya, hubungan itu juga harus diperkuat dalam bidang kepariwisataan. Wisata religi, sejarah dan banyak lagi bisa didapatkan warga Melaka khususnya dan Malaysia di Pulau Penyengat.

Sementara itu, Pengurusi PMBS Tuan Muhammad Yusuf bin Muhammad Syekh mengatakan ada satu tarikh yang tidak bisa dilupakan pada 1824 yang memisahkan Johor, Riau dan Pahang. Itu semua karena penjajah. Corak inilah yang didapatkan hari ini.

“Tapi kita disatukan semula oleh kebudayaan, bahasa dan sebagainya. Kita kembangkan, pupuk dan teruskan,” kata Tuan Muhammad.

Datuk Wira Abdul Latif Abu Bakar mengatakan gerakan Melayu-Bugis di kawasan rumpun Melayu akan dilakukan secara besar-besaran. Ini harus dilakukan, biar lambat asal selamat.(BK/R)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *