Beranda Kepri Kepri Tegas Menolak 2.000 WNI Anak Buah Kapal Pesiar dari Australia

Kepri Tegas Menolak 2.000 WNI Anak Buah Kapal Pesiar dari Australia

154
0

beritakepri.id, TANJUNGPINANG — Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan bahwa Kepri dengan tegas menolak 2.000 anak buah kapal pesiar dari Australia dipulangkan melalui negeri Segantang Lada ini. Banyak provinsi lain yang lebih dekat dari Australia, dan lebih baik dipulangkan melalui daerah tersebut.

“Kalau kita lihat, pintu keluar dari Austalia lebih dekat dgn NTT dan NTB kenapa harus ke Batam yang wilayahnya jauh ke Utara. Kami tegas menolaknya,” kata Isdianto di Gedung Daerah Tanjungpinang, Ahad (12/4) petang.

Baca Juga :  Himpun Pelaku UKM, Syahrul Resmikan Raja Oleh Oleh

Belum lama ini, ada kapal pesiar dari Australia dengan 2.000 ABK WNI yang meminta untuk masuk ke wilayah Kepri. Isdianto dalam rapat pekan lalu, secara tegas menolak kedatangan ABK itu. Menurut Isdianto, hal ini merupakan bentuk keseriusan Kepri menanagani pandemi covid19.

“Kita tak ingin ada yang datang membawa virus tersebut karena pasien yang terpapar covid di kepri saat ini memiliki riwayat perjalanan dari perjalanan luar negeri,” kata Isdianto.

Saat ini, kata Isdianto, Kepri sudah menjadi pintu masuk Tenaga Kerja Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia yang dipulangkan dari Malaysia. Sudah lebih dari 40 ribu PMI dan TKI yang kembali dari Malaysia, melalui Batam, Karimun dan Tanjungpinang.

Baca Juga :  Masker, Hand Sanitizer dan Sabun Cuci Tangan Karya SMK Kepri Disalurkan untuk Tenaga Medis

Kepri, kata Isdianto, ingin fokus menangani warganya yang terdampak pandemi covid19. Baik mereka yang positif, orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan maupun orang tanpa gejala. Kehadiran 2.000 ABK kapal pesiar itu akan menambah beban Kepri dalam membasmi Covid19.

Apalagi, kata Isdianto, saat ini sekitar 95 persen pasien positif covid-19 di Kepri adalah orang yang berinteraksi dari negara luar atau wilayah tertular lainnya.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here