Beranda Berita Utama Keterlaluan, Mucikari Ini Jual Anak di Bawah Umur, Tarif 450 Ribu Rupiah

Keterlaluan, Mucikari Ini Jual Anak di Bawah Umur, Tarif 450 Ribu Rupiah

55
0
Germo tersangka penjual murid SD via MiChat. F humas.polri.go.id

beritakepri.id, JAKARTA – DF (27), sudah diringkus polisi karena menjual pelajar SD berusia 11 tahun sebagai PSK. Tersangka pun mengakui bahwa dia menjual pelajar SD itu via aplikasi MiChat seharga Rp450 ribu sekali kencan.

Dia menggunakan salah satu ruangan di di tower Emerald Apartemen Gading Nias Residence, untuk menjajakan pelajar SD tersebut.

“Sudah diamankan dengan inisial DF yakni laki-laki berusia 27 tahun. Posisinya dia enggak bekerja ya alias pengangguran,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan kepada para wartawan, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga :  Setelah 20 tahun, Polemik Aset antara Bintan dan Tanjungpinang Tuntas!

Guruh menerangkan, terduga mucikari ini menggunakan aplikasi MiChat dalam melakukan aksinya. Terutama dalam

menjajakan para korban ke hidung belang.

Berdasarkan data yang dihimpun, terduga menjajakan anak dengan detail usia 16 tahun, namun kenyataanya sang korban baru menginjak usia 11 tahun.

Sementara untuk tarif yang dipasang oleh terduga mucikari dalam satu kali kencan dengan korban sekitar Rp450 ribu, dengan bagian yang diterima korban sebesar Rp 100 ribu saja.

“Dari keterangan yang bersangkutan, akun media sosial tersebut dibuat dan dioperasikan langsung oleh pelaku. Dia sendiri yang menjajakan korban langsung kepada hidung belang dengan tarif segitu,” sambungnya.

Baca Juga :  Tinjau Progres Kawasan Gurindam 12, Nurdin Sebut Pembangunan Harus Mencapai Target

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP Muhammad Fajar, mengungkapkan korban mau dijual sebagai PSK karena masalah ekonomi.

“Dia terkena tipu daya ya, motifnya sih ekonomi. Dia dijanjiin sama terduga DF untuk kerja dan mendapatkan uang jajan. Yang jelas, korbannya ini masih sekolah, sekarang kelas 5 SD,” ujar Fajar.

Atas aksinya tersebut, terduga DF dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here