beritakepri.id, BATAM — Konsultan Migas Kepri memaparkan due diligence di hadapan Plt. Gubernur Kepri Isdianto, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris dan Bupati Natuna Hamid Rizal.

Pemaparan itu berlangsung di ruang Hotel Travelodge Jl Duyung Sei Jodoh Batam, Jumat (2/8/2019) sekira pukul 21.00 WIB.

Pemaparan Migas Kepri yang diprakarsai PT Pembangunan Kepri ini juga dihadiri Kadishub Kepri Jamhur Ismail, Karo Perekonomian Setdaprov Kepri Herry Adrianto, Komisaris PT Pembangunan Kepri Huzrin Hood dan Direktur PT Pemvangunan Kepri, Azwardi.

Baca Juga :  Pemko Tanjungpinang Bersedia Memberikan Data Masyarakat yang Berhak Dapat Bantuan

Dalam sambutannya, Isdianto menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Konsultan Migas Kepri atas dedikasi tanpa pamrih untuk membantu BUMD demi mendapatkan PI 10%.

Pada kesempatan itu, Isdianto bersama Abdul Haris dan Hamid Rizal menyetujui Ir. Fachrizal sebagai konsultan PT. Pembangunan Kepri NWN secara berkelanjutan. Dan akan diwujudkan dalam bentuk nota kerjasama yang dibukukan pada kantor notaris yang akan ditunjuk.

Ir. Fachrizal atau yang biasa disapa Ical Long Enon hasil due diligence-nya merekomendasikan kepada Kepala Daerah untuk mengelola 10% saham blok Ande-ande Lumut.

Baca Juga :  SKK Migas Sumbagut Jalin Silaturahim dengan PWI Kepri

Menurut Ical Long Enon, dengan adanya pelaksanaan PI 10% merupakan keberpihakan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016 menjelaskan bahwa tujuan PI 10% ini adalah meningkatkan peran serta daerah dan nasional dalam pengelolaan migas.

Ical Long Enon juga mepresentasikan peluang-peluang Kepri untuk mendapatkan PI 10% pada beberapa blok Migas yang akan masuk di Kepri salah satunya kontraktor minyak asal Kuwait. “Semoga ini menjadi langkah awal Kepri mengelola kekayaan alamnya sendiri”, ujar Ical.

Baca Juga :  Polres anambas Gelar Upacara HUT Bhayangkara Ke 73

Herry Adrianto, Kepala Biro Perekonomian Setda Kepri menjelaskan bahwa tahapan terhadap PI 10% tinggal selangkah lagi yaitu menunggu keputusan Menteri ESDM berdasarkan pertimbangan dari SKK Migas. “Saya optimis Kepri mampu mengelola SKA nya dari sektor Migas”, pungkas nya.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here