Ipi Maryati Kuding Jubir Pencegahan KPK

beritakepri.id, JAKARTA – Sebagai upaya pencegahan korupsi pada pilkada serentak 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyelenggarakan Program Pilkada Berintegritas dengan slogan “Pilih Yang Jujur, Yang Jujur Dipilih”.

Beberapa bentuk kegiatannya terdiri dari Webinar Nasional dalam rangka mensosialisasikan nilai-nilai integritas pada proses pilkada, Talkshow Memilih Calon Kepala Daerah, 9 Seri Kelas Daring Pembekalan untuk Penyelenggara, Peserta dan Pemilih pada Pemilu, dan Deklarasi LHKPN bagi Cakada.

Seri pertama Kelas Daring Pembekalan untuk Penyelenggara, Peserta dan Pemilih pada pilkada serentak 2020 ini telah dimulai kemarin, Rabu (30/9/2020), untuk 4 wilayah meliputi Provinsi  Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Target program ini akan menjangkau 270 daerah peserta pilkada, yaitu meliputi 9 provinsi, 37 kota, 224 kabupaten.

Baca Juga :  Remehkan Manajemen Aset, KPK Rapat dengan Pemda se-Provinsi Kepri

Melalui rangkaian webinar pembekalan dan kelas daring tersebut, KPK berharap dapat memberikan pemahaman khususnya bagi calon kepala daerah. Dan, penyelenggara pilkada dalam memahami modus-modus korupsi dalam pilkada dan tata cara menanganinya.

Selain itu, setelah terpilih nanti diharapkan calon kepala daerah memahami persoalan pokok penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Dan, yang tidak kalah penting adalah upaya mengedukasi masyarakat pemilih untuk menggunakan hak suaranya dengan memilih calon kepala daerah yang berintegritas, cakap, dan amanah.

Cegah Korupsi Politik

Hal ini disampaikan Ipi Maryati Kuding,Jubir Pencegahan KPK kepada media, Kamis (1/10/2020).

Ipi menambahkan, program ini disusun sebagai jawaban atas upaya pencegahan korupsi politik. Bagaimana mencegah pejabat publik yang dipilih melalui proses politik memanipulasi jabatan publik untuk keuntungan pribadi.

Baca Juga :  KPK Peringatkan Calo LHKPN di Pilkada

Sebagian besar pemilik kekuasaan tersebut alpa berpikir dan bertindak bagi kepentingan rakyat. Sebaliknya, mereka menggunakan kewenangan menentukan kebijakan publik semata untuk kepentingan diri sendiri.

Padahal, jabatan hanyalah alat untuk dapat menghasilkan kebijakan yang memihak kepentingan warga.

Maka, sasaran kebijakan haruslah demi kesejahteraan masyarakat. KPK meyakini untuk mencegahnya dimulai dengan tiga upaya, yaitu:

Pertama, fokus pada hulu, bagaimana memastikan proses politik pemilihan pejabat publik melalui proses demokrasi yang berintegritas.

Kedua, konsentrasi pada potensi munculnya jual beli kekuasaan.

Ketiga, merancang strategi pemberdayaan masyarakat.

Cek Komitmen Antikorupsi Calon Petahana

Melalui slogan Pilih Yang Jujur, Yang Jujur Dipilih”, KPK memberdayakan masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas dalam memilih calon kepala daerah.

Baca Juga :  Tingkatkan Kapasitas Pengajar Antikorupsi, KPK Latih 2.114 Akademisi

Ada beberapa kriteria yang bisa digunakan, antara lain dengan mengecek rekam jejaknya, mulai dari profilnya hingga kasus hukum.

Kemudian, jangan pilih calon yang menawarkan uang, karena itu artinya dia merupakan bagian dari persoalan politik uang.

Lalu, jika dia seorang penyelenggara negara (PN), seperti misalnya petahana atau pejabat publik lainnya yang termasuk wajib lapor LHKPN, maka publik dapat mengecek kepatuhannya dalam menyampaikan LHKPN melalui situs https://elhkpn.kpk.go.id/.

Selain itu, jika calon adalah seorang petahana, maka publik juga bisa mengecek komitmen antikorupsinya dalam bentuk capaian kinerjanya selama menjabat dalam membangun tata kelola di wilayahnya. Publik dapat mengakses informasinya melalui https://jaga.id/jendela-daerah/. (BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here