Beranda Kepri Anambas Pro dan Kontra Plang Di Area Bandara Letung, Ini Tanggapan Seniman Anambas

Pro dan Kontra Plang Di Area Bandara Letung, Ini Tanggapan Seniman Anambas

417
0

Foto Seniman Tempatan Kabupaten Kepulauan Anambas Enku Zubir dan Nuansa Biru

beritakepri.id, ANAMBAS – Menanggapi kabar yang beredar di media sosial, pelaku seni/seniman tempatan Kabupaten Kepulauan Anambas merespon mengenai nama plang jalan di area bandara letung yang menuai Pro dan Kontra. jumat, (6/09/2019)

Sebut saja Zubirman yang biasa di panggil zubir pelaku seni/seniman tempatan, mengatakan, mengenai nama jalan/plang nama jalan di area bandara letung, dia (zubir) rasanya sah-sah saja, karna setiap pembangunan perlu sentuhan-sentuhan kreatifitas. ucapnya

Baca Juga :  Jumat Berkah, Kapolres Kepulauan Anambas Kunjungi Rumah Warga Di Teluk Rid Desa Tarempa Timur

dia juga menyayangkan, kenapa harus di cabut (plang nama jalan/atribut). itu salah satu bentuk promosi daerah melalui media fotografi. “Ada hal-hal yang menjadi kontrol sosial dan ada juga hal-hal yang bisa di pandang sebagai bentuk kreatifitas”. ungkapnya

lanjutnya, tidak semua harus di samaratakan, apalagi jemaja adalah salah satu andalan untuk tujuan wisata di Kabupaten Kepulauan Anambas seperti pada event Festival Padang Melang kemaren. terangnya

Foto Seniman Anambas

ia menambahkan, terkait kreatifitas yang tumbuh di masyarakat selama ini juga menjadi fokus kontrol kami pelaku seni, kami juga sangat mengapresiasi segala bentuk kreatifitas yang tumbuh baik itu berpijak pada kearifan lokal maupun di sentuh sesuai dengan zaman, selagi itu tak bertabrakan dengan nilai estika. tambahnya

Baca Juga :  Satbinmas Polres Anambas Beri Himbauan Kepada Nelayan Agar Hati-hati Gelombang Tinggi

ia berharap, masyarakat kepulauan Anambas memahami bentuk tujuan wisata dan menjadikan kreatifitas sebagai kontrol sosial, mana yang menjadi icon untuk fotografi.

“pada intinya, masa/zaman inikan sekarang modernisasi dan di mana-dimana zaman terus berkembang, bukan berarti membuat atribut (plang/nama jalan) melupakan adat resam kampong kita. akan tetapi, adat resam tetap di pegang, zaman tetap berkembang.  sejauh ini pun plang atribut itu digunakan sebagai kebutuhan fotografi, bukan nama jalan sebagai mana mestinya.

Foto Seniman Anambas

“kalau nak melenturkan buloh biarlah dari rebongnye, jangan lah sampai periuk mengumpat belange”.

Baca Juga :  Jumat Barokah Kapolres Anambas, Kini Berkunjung Di Rumah Warga Desa Tarempa Barat

(Enku Zubir)
(Nuansa biru)

(BK/Lionardo)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here