Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Juramadi Esram.

beritakepri.id, LINGGA — Malam taaruf MTQ VIII Kabupaten Lingga resmi digelar, Sabtu (16/3). Bertempat di arena panggung utama Lapangan Kantor Bupati Lingga, acara ini dihadiri oleh Sekda Lingga, Drs.H.Juramadi Esram,SH,MH,MT;, Kepala Kemenag Lingga, H.M.Nasir, S.Ag,MH; para Asisten, dan anggota DPRD Kabupaten Lingga, Dewan Hakim, MUI Kabupaten Lingga, Kepala BPN Kabupaten Lingga, para Kepala OPD, Ormas Islam, serta perwakilan dari kafilah 13 kecamatan di se-Kabupaten Lingga.

Pembukaan malam taaruf diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Jakfar Hasibuan, Juara Pertama Tingkat Internasional di Taheran pada 2018 dan Juara 1 Tingkat Provinsi Tahun 2014.

Baca Juga :  Kepri Menuju New Normal, Begini Protokol Ibadah Berjamaah di Masjid

Setelah mendengarkan merdunya lantunan Al-Qur’an, selanjutnya giliran Kepala Kemenag menyampaikan sambutannya. Beliau mengajak kepada seluruh hadirin dan peserta untuk bersama-sama membangun negeri ini dengan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

“Kami berharap doa dan dukungan dari berbagai pihak serta bantuan dan kerjasamanya. Semoga kedepan, Kabupaten Lingga akan terus maju dan berjaya,” harapnya.

Sekda Lingga, Juramadi Esram menyampaikan selamat datang kepada seluruh kafilah peserta dari tiap kecamatan yang akan mengikuti kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an di Ibukota Kabupaten Lingga. Dengan harapan, semoga kehadiran para peserta dan kafilah sekalian dapat mempersatukan tekad, cita-cita dan harapan dalam memajukan Bunda Tanah Melayu.

Baca Juga :  Walikota : "4 Pilar Kebangsaan Harus Dipahami Secara Konsisten"

Esram menyampaikan bahwa inti dari kegiatan malam taaruf ini adalah upaya untuk mempererat tali silaturahim antara sesama masyarakat kabupaten Lingga, yang saat ini sudah memilik 13 kecamatan.

Adapun dengan bertambahnya kecamatan ini, menurut beliau merupakan suatu keuntungan bagi masyarakat dalam semua sendi kehidupan, Pasalnya bisa mempercepat kemajuan maupun kesejahteraan masyarakat; meningkatkan kompetisi antar kecamatan untuk menggali potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia; serta mampu memperkecil rentang kendali dalam bidang administrasi.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan kepada masyarakat yang tinggal di kecamatan yang baru, untuk segera bersinergi bersama pemerintah kecamatan, untuk membentuk lembaga-lembaga agama dan sosial kemasyarakatan, maupun kepemudaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dibantu Pemprov Kepri Rp600 Juta untuk Makan Minum 3 Bulan, RS Galang Diharapkan Tidak Ada Pasien

Beliau berharap, hendaknya berbagai masalah keterbatasan tidak menjadikan halangan untuk berubah. Justru keterbatasan tersebut dijadikan sebagai motivasi untuk bergerak maju serta untuk mendulang pundi-pundi amal dari Allah SWT.

“Kita telah sepakat, menyatakan kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu, dan Melayu itu selalu identik dengan ajaran-ajaran Islam. Sebagai konsekuensinya, maka masyarakat Lingga yang beragama Islam, harus menjalankan syariat agama, dekat dengan Allah, serta mencintai Rasulullah SAW dimanapun berada,” kata beliau menegaskan.

Beliau melanjutkan, jika kesemuanya sudah ada di dalam sanubari, maka akan timbul keikhlasan, hilang sifat sombong, saling menyayangi dan akan mudah untuk membantu orang lain.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here