Beranda Berita Utama Sukses Mekarkan Senayang Jadi 4 Kecamatan, Alias Wello Dijuluki “Raja Pemekaran”

Sukses Mekarkan Senayang Jadi 4 Kecamatan, Alias Wello Dijuluki “Raja Pemekaran”

141
0
Calon Bupati Bintan Alias Wello, Saat berdiskusi dengan warga

beritakepei.id, BINTAN – Komitmen Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Alias Wello – Dalmasri untuk memekarkan sejumlah wilayah desa dan kecamatan dalam visi misinya, tak perlu diragukan lagi.

“Kami sudah punya modal pengalaman. Selama 4 tahun memimpin Lingga, kami berhasil melahirkan 3 kecamatan dan 11 desa baru,” ungkap Calon Bupati Bintan, Alias Wello, Senin (2/11/2020).

Pernyataan itu disampaikan pria yang akrab disapa AWe ini ketika berdialog dengan sejumlah mahasiswa dan perwakilan masyarakat Bintan yang mempertanyakan komitmennya memekarkan wilayah desa dan kecamatan.

Baca Juga :  Terima 1 Juta Masker dari Temasek Foundation, Kepri Berharap Bantuan PCR dan Reagen

“Anda boleh cari informasi, dimana ada daerah di Indonesia yang berhasil memekarkan 1 kecamatan menjadi 4 kecamatan. Itu pasti salah satunya ada di Lingga,” tegasnya.

Menurut AWe, perjuangan memekarkan kecamatan Senayang sebagai kecamatan induk dan melahirkan 3 kecamatan baru, yakni Temiang Pesisir, Bakung Serumpun dan Katang Bidare, bukanlah perkara mudah.

“Ini memang bukan pekerjaan mudah. Mulai dari pembahasan di internal sampai pengajuan ke DPRD, usulan pemekaran 1 kecamatan menjadi 4 ini, dianggap mustahil. Tapi, saya tetap jalan,” bebernya.

Keberhasilan AWe memekarkan Kecamatan Senayang menjadi 4 kecamatan membuat sejumlah koleganya sesama Bupati di beberapa daerah memberikan julukan “Raja Pemekaran”.

Baca Juga :  Tinjau Pilkades Serentak , Bupati Bintan Harapkan Ini

“Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi ini sebuah fakta. Kalau mau bicara tentang pemekaran, belajarlah ke Lingga. Karena itu, dalam visi misi saya dan pak Dalmasri, pemekaran wilayah itu menjadi salah satu target,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, AWe mengisahkan pengalamannya memperjuangkan pemekaran kecamatan Senayang yang membuat dirinya harus bolak – balik ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

“Saya kalau berjuang tak pernah setengah – setengah. Tak peduli harus bolak – balik Lingga – Jakarta sampai 3 kali seminggu. Kadang – kadang, saya harus berlayar tengah malam dari Lingga ke Batam untuk mengejar pesawat pagi,” kisahnya.

Baca Juga :  SMSI Tetap Komitmen, Arahkan Anggota untuk UKW di PWI

Sebagaimana diketahui, selama 4 tahun AWe – M. Nizar memimpin Lingga, keduanya juga sukses membentuk 11 desa baru yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Tahun 2016, Lingga hanya punya 10 kecamatan dan 75 desa. Tapi, tahun 2020 ini, Lingga sudah punya 13 kecamatan dan 86 desa,” tambah AWe.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here