Petugas Kebersihan saat membersihkan sampah

Pemerintah terus meminta kesadaran bersama menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan di kota ini. Sebab, masih banyak warga yang buang sampah sembarangan.

Padahal, sudah disediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tersebar di berbagai titik. Menjadi salah satu kunci menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan.

Hal ini dikatakan Kadisperkim Kota Tanjungpinang, Djasman belum lama ini. Dituturkannya, masih banyak ditemukan masyarakat membuang sampah sembarangan.

Mulai dari kawasan pemukiman darat maupun kawasan pesisir laut. Banyak yang membuang di sembarang tempat. Bukan di TPS yang sudah disediakan pemerintah.

Dituturkannya, petugas pengangkut sampah tiga kali berkeliling dalam sehari. Pertama pagi hari, mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 09.00 WIB. Dilanjutkan siang hari pukul 11.00 sampai 14.00 WIB dan terakhir pukul 16.00 sampai selesai.

Kadisperkim Tanjungpinang, Djasman.

Dituturkannya, pemerintah bukan tak menyediakan berbagai fasilitas maupun petugas, namun tetap perlu kerja sama masyarakat agar lebih efektif.

”Kerja sama warga perlu, menjaga lingkungan agar bersih. Terkait pengelolaan menjadi tanggung pemerintah dan bekerjasama dengan berbagai komunitas yang bisa mendaur ulang,” ucapnya, kemarin.

Baca Juga :  Sekda Kepri dan Menko Maritim Bahas Labuh Jangkar

Dituturkannya, sudah seharunya sampah rumah tangga dibuang ke TPS. Setelah itu dibantu petugas meletakkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ganet.

Kondisi saat ini, banyak warga membuang sampah di lingkungan sekitar. Hal ini dikeluhkan sesama warga sekitar situ. Dituturkannya, petugas setiap hari berkeliling mengambil dan membersihkan sampah.

Bukan hanya di TPS tapi juga di kawasan pemukiman masyarakat, khususnya yang berada di kawasan protokol atau dilalui kendaraan lori.

Petugas Kebersihan saat membersihkan sampah

”Perlu kerja sama, padahal petugas berkeliling mengambil. Pertama subuh hari petugas lori dan penyapu jalan sudah mulai bekerja. Bila membuang setelah mereka kerja tentu sampah tersebut akan diangkut pagi harinya,” ucapnya.

Akibatnya, sampah-sampah ini menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap di kawasan tersebut bahkan menjadi ancaman di kawasan sekitar karena genangan air akibat sampah tersumbat di drainase.

Persoalan ini menurutnya bukan hal baru. Sudah sering diingatkan kepada warga melalui tim, pihak kecamatan, kelurahan dan juga para Ketua RT-RW yang selalu mengimbau dan mengajak masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

Baca Juga :  Isdianto Pimpin Rapat Evaluasi Gugus Tugas

Disarankan agar warga membuang sampah mengikuti jadwal petugas. Agar proses pengangkutan sampah lebih efektif. Bila tidak, maka sampah terkesan berserak atau tidak dibersihkan padahal petugas sudah bekerja melewati kawasan itu.

Dicontohkannya, warga membuang sampah di Gang Menuju Puncak, Bukit Cermin. Kawasan ini bukan tak dibersihkan petugas namun warga yang membuat tak mengikuti jadwal petugas.

Apalagi lahan itu bukan TPS melainkan milik warga. Ini tentu dikeluhkan pemiliknya dan warga sekitar. Disarankan agar efektif warga membuang sampah di tempat disediakan, tepatnya di Jalan Ketapang, tepatnya di samping Pizza Hut.

Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

Bila tetap ingin membuang di lahan tersebut, disarankan membuang sesuai jadwal petugas. Serta bila kawasan itu ingin diletakkan TPS, maka perlu izin ke pemilik lahan.

Selain itu, ia mengingatkan warga membuang sampah di TPS dengan benar. Jangan berserakan di luar tong. Ini merusak pemandangan dan kenyamanan mata memandang karena kesan berserak.

Djasman menuturkan, bak kontainer sampah pun akan diambil petugas sesuai jadwal ditentukan. Kini tersebar di 30 lebih titik dari 48 kontainer yang ada.

Baca Juga :  Rahma Turun Langsung Mendata Penerima Bansos Dampak Covid-19

”Sisanya merupakan cadangan atau sistem ganti. Bak kontainer yang penuh diganti dengan yang kosong, begitu seterusnya,” paparnya.

Bak sebelumnya diambil dan isi nya diletakkan di TPA, maka harusnya tidak menimbulkan kesan kumuh dan kotor.

”Kita perlu sama-sama jaga lingkungan, kami tentu memberikan pelayanan namun perlu kerja sama. Jadi bisa lebih efektif dan semua nyaman,” ucapnya.

Ia pun mengakui masih menerima laporan warga protes suatu lahan pemukiman jadi tempat buang sampah. Bahkan ada tulisan larangan buang sampah di kawasan itu. Menurutnya, ini bentuk kepedulian dan hendaknya diikuti.

”Kami sudah sediakan berbagai titik TPS sampah, harusnya diikuti. Bila tidak maka membuat kawasan tersebut tak nyaman,” ucapnya.

Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma mengajak masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan nyaman.

Ia pun mengajak masyarakat rutin melaksankaan Gotong royong (Goro). Ini salah satu upaya menjaga lingkungan dan membangun komunikasi yang baik diantara sesama. (adv)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here