Beranda Berita Utama Tugu Berbentuk Perahu Layar Untuk Peluncuran Bersama 100 Buku Puisi Peserta FSIGB...

Tugu Berbentuk Perahu Layar Untuk Peluncuran Bersama 100 Buku Puisi Peserta FSIGB 2022

0
Datuk Seri Perdana Rida K Liamsi saat menyaksikan Peluncuran buku puisi Festival Sastera Internasional Gunung Bintan ( FSIGB ) tahun 2021 ditempelkan pada layang-layang.F-Istimewa

beritakepri.id, TANJUNGPINANG – Inipun sebuah acara yang unik di event Festival Sastera Internasional Gunung Bintan ( FSIGB ) yaitu peluncuran bersama 100 buku puisi karya para penyair peserta FSIGB.

Acara ini sudah dimulai sejak tiga tahun lalu dan dilakukan dengan cara unik. Pada acara pertama kali tahun 2020 di depan astaka MTQ Provinsi kepri di taman Gurindam, poster cover buku puisi tersebut diterbangkan oleh 1000 balon. Jadi 1000 balon itu dikebat menjadi 10 kebat dan tiap kebat terdiri dari 100 balon.

Lalu ditiap kebat itu digantungkan 10 poster buku puisi. Kemudian, kebatan balon itu di terbang ke langit dengan lebih dahulu dibacakan manteranya, yaitu kata kata indah dari para tokoh sastera dunia. Antara lain : Jika politik bengkok, puisi yang meluruskan. Kata kata mutiara dari John F Kennedy, presiden Amerika Serikat yang fenomenal.

Begitulah secara bergantian , undangan khusus acara peluncuran itu melepas balon diikuti teriak dan suit. Hidup puisi, Hudup FSIGB. Semua buku puisi yang dikirim ke panitia , kemudian disumbangkan pada perputskaan daerah Propinsi dan Kota Tanjungpinang serta perguruan tinggi setempat.

Baca Juga :  Bergerak dan Berubah untuk Kemajuan

Menurut Datuk Seri Perdana Rida K Liamsi penjab FSIGB, Pada hakekatnya penyebutan nama 100 buku puisi itu bersifat simbolik.

Bisa lebih 100 buku bisa saja kurang dari 100, Tapi itu jadi semacam deklarasi bahwa penyair peserta FSIGB terus kreatif dan menukis puisi. Seorang penyair barulah disebut sebenar penyair kalau dia sudah punya buku puisi.

Tahun 2021, cara peluncuran diganti Kali ini semua poster cover buku puisi itu ditempeloan pada layang-layang. Lalu 100 layang itu diterbangkan serentak pada sebuah layang besar berbentuk naga yang berekor panjang.

Ini kerja hebat ahli layang-layang Kepri , Encik Mat yang sudah melalanglang buana bermain layang layang.

Pelepasan layang-layang itu dilakukan di plaza Rimba Jaya yang menghadap ke pulau Bayan, pulau bersejarah . Meriah dan penuh pekikan histeris ketika ke seratus layang layang itu terbang, Dan layang-layang berkepala naga berekor panjang itu mengigal kelangit siang Unik.

Baca Juga :  Hidroponik, Alternatif untuk Ketahanan Pangan

Tahun ini acara peluncuran bersama 100 buku puisi itu kembali didakan. Caranya gimana ? Ini ide dari Penyair Husnizar Hood, salah seorang penanggungjawab acara FSIGB 2022.

Rencananya akan dibangun sebuah tugu berbentuk perahu layar, Di layar dan lambung perahu itu akan ditempelkan cover buku puisi yang akan diluncurkan. Kemudian layar perahu itu akan dikerek perlahan lahan menuju puncak tiang . Ini simbol bahwa perahu kepenyairan sedang berlayar ke laut lepas membawa selamat riu karya-karya para penyair peserta FSIGB tersebut.

Taman semi permanen itu dinamakan taman Bustan Al Katibin atau taman para penulis, seperti judul buku karya pujangga Melayu Raja Ali Haji. Kelak pihak UMRAH , seperti kata Rektornya Prof Agung Damar Syaikti akan membangun tugu itu secara permanen di pelataran rektorat UMRAH.

Baca Juga :  YKI Kepri Latih 135 Pendamping Kanker

“ Kelak, siapapun penyair yang datang ke Kepri, belum syah sebagai penyair kalau belum datang dan berfoto di tugu itu “ Kata Datuk Seri Perdana Rida K Liamsi sambil tertawa.

Peluncuran itu direncanakan tanggal 26 September 2022 pagi, pukul 9.00 di pelataran Gedung Rektorat UMRAH di Dompak.

Sekarang sudah ada sekitar 60 buku yang sudah mendaftar untuk ikut prluncuran bersama. Pesertanya datang dari berbagai daerah termasuk dari Malaysia.

Pendaftaran nasih ditunggu sampai 31 Agustus. “ Mudah-mudahan semuanya lancar “ lanjut Datuk Rida, dan di taman itu juga pada acara peluncuran akan ada parade baca puisi , sekitar 30 penyair sampai pukul 14.00. “ Panas dan berkeringat ya karena siang. Tapi itulah penyair. Hidup penuh aroma gairah dan keindahan,“ tambahnya.***

Penulis : Red
Editor : Edi Sutrisno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here