beritakepri.id, TANJUNGPINANG — Sejak beroperasi di Tanjungpinang pada 2015, Yamet, pusat assesment perilaku anak, baik yang tumbuh normal maupun berkebutuhan khusus menjadi tumpuan banyak orang tua. Selain sebagai satu-satunya, ini juga merupakan tempat spesial dengan berbagai solusi bagaimana cara tepat merawat dan memberikan pendidikan karakter kepada anak.

Setidaknya begitulah pengakuan Jenny, salah satu orang tua yang memiliki ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Setiap hari, sejak empat tahun lalu ia rutin mengantarkan anaknya terapi di Yamet. Dan ia merasa sangat terbantu.

“Sudah 4 tahun anak saya terapi di Yamet. Anak saya peningkatannya sangat bagus, dari yang telat bicara sampai bisa bicara. Dan banyak sekali hal lainnya yang ia dapatkan selama disini,” ujarnya belum lama ini.

Dulu, sebelum ada Yamet di Tanjungpinang, Jenny menghabiskan banyak biaya untuk terapi keluar kota. Bahkan sampai ke luar negeri. Pengakuan senada juga datang dari beberapa orang tua yang memiliki anak spesial. Yamet bagi mereka adalah tempat tepat dan layak bagi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus sehingga sangat membantu orang tua.

Baca Juga :  Jadikan Idul Adha Momentum Meningkatkan Iman dan Taqwa

Baik Jenny maupun para orangtua lainnya tak bisa membayangkan sekiranya pelayanan Yamet harus terhenti lantaran terkendala perizinan yang tak kunjung terbit. Mereka risau menanggapi pemberitaan di beberapa media online soal Yamet yang disebut-sebut tak berizin dan terancam ditutup. Itu berarti juga ancaman bagi mereka, bagi anak-anak berkebutuhan yang menjalani terapi di Yamet.

“Mau terapi dimana anak kami. Jakarta? Singapore? Butuh biaya yang sangat besar untuk penanganan anak berkebutuhan khusus, apalagi sampai keluar kota. Yamet Tanjungpinang ini betul-betul membantu kami. Tolong pandang juga dari sisi kebutuhan kemanusiaan dan sosial pada kami. Mohonlah jangan menghilangkan solusi bagi kami, apalagi menyudutkan lembaga tempat anak-anak kami belajar dan bertumbuh kembang,” harapnya.

Baca Juga :  Dapat Info Masyarakat Sakit dan Tak Mampu, Isdianto Perintahkan Cepat Ditangani

Hingga kini, Yamet Tanjungpinang sedikitnya melayani seratusan anak dari beragam latar belakang keluarga. Yamet adalah tempat yang tepat bagi orang tua jika memang belum mengerti tentang prilaku anak yang hyper aktif atau yang lainnya. Juga ada pelayanan assesmen tumbuh kembang anak, terapi sensori integritas, terapi okupasi, terapi wicara, behavior therapy, brain gym, terapi remedial, terapi senoezolen, fisioterapi, pijat bayi dan training guru/shadow teacher/terapis.

Meta Liandari Pemilik Yamet, Pusat Tumbuh Kembang Anak Tanjungpinang mengungkapkan bahwa surat izin sebagaimana yang diberitakan beberpa media online, hanya ada di kantor pusat. Sedangkan untuk Yamet cabang masih dalam proses.

“Surat izin Yamet ada, tapi masih milik pusat. Untuk cabang sampai saat ini masih dalam proses. Kita harus melengkapi beberapa persyaratan lagi untuk memperoleh izin di cabang ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Jaga Ketersediaan Pasokan dan Kestabilan Harga

Meta menyayangkan pemberitaan yang menuding Yamet tidak berizin dan meraup keuntungan miliaran rupiah dari para orangtua.

“Itu sama sekali tidak benar. Yamet tidak menjadikan profit sebagai tujuan. Tapi lebih kepada sisi humanisme. Bagaimanapun, terhadap anak-anak, apalagi yang berkebutuhan khusus, ada tanggungjawab yang harus dikedepankan. Sebenarnya bukan semata Yamet. Kita semua bertanggungjawab terhadap mereka. Terhadap generasi penerus bangsa ini,” katanya.

Senada Meta, Supervisor Yamet, Chairul Anwar menegaskan, yang dipikirkan bukan bagaimana lembaga ini nantinya. Tapi bagaimana perkembangan seratusan anak yang membutuhkan penanganan khusus ini.

“Mau bertanggung jawab secara moralkah, sekiranya Yamet sampai ditutup hanya karena proses izin yang sangat lama,” cetusnya.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here