Beranda Kolom Opini Yang Dianggap Layak dan Baik Dimata Kita Itu Belum Tentu Jadi Pemenang...

Yang Dianggap Layak dan Baik Dimata Kita Itu Belum Tentu Jadi Pemenang Pada Kontestasi Pilkada

0

Oleh : Syaiful,SE

Kepulauan Riau 17/10/2022, Saya berteman dengan bang Amsakar Achmad dan pendukungnya disosial media facebook ,terkadang saya mengikuti status -status yang dibuat,karena saya sering ditandai setiap postingan sehingga terkadang nimbrung dalam sebuah perdebatan dan komentar.

Secara pribadi tak ada kaitan dengan saya toh, saya juga tidak ikut memilih karena domisili di tanjungpinang bukan dibatam, namun karena batam merupakan satu kesatuan dalam sebuah provinsi dan saya juga pernah domisili dan berkiprah dikota batam selama 7 tahun dan adanya naluri politik saya membuat saya tertarik dan membuat tulisan ini.

“Orang Baik dan Dianggap Memiliki SDM Yang Mumpuni Belum Tentu Bisa Menang Dalam Kontestasi Pilkada”

Wallahualam Bissawab
Sengaja saya buat judul ini, karena hal tersebut setiap hari digaungkan dalam status para pendukung Bang Amsakar Achmad , tak dapat dipungkiri sedikit saya mengetahui sepak terjang seorang bang Amsakar Achmad ,bahwa beliau berasal dari seorang birokrat yang kemudian terjun kedunia politik dan berhasil mendampingi bapak HM.Rudi dua periode hingga 2024 sebagai wakil walikota Batam, dalam perjalanan memimpin kota Batam bapak Amsakar Achmad dan Bapak HM.Rudi terlihat seperti abang – adek, sejalan, seiring seirama, terjalinnya teamwork dan sinergitas yang solid dalam memimpin dan menjalankan roda pemerintahan kota Batam, bisa dikatakan tidak ada persihan/konflik yang serius terjadi kedua pasangan tersebut, hal ini perlu diapreasi.

Namun belakangan ini benih – benih pertikaian itu sudah mulai muncul kepermukaan, tidak terlihat asal muasal dari yang bersangkutan namun muncul dari beberapa fans/pendukung menginginkan bang Amsakar untuk maju sebagai calon walikota batam pada pilkada serentak tahun 2024 nanti.

Baca Juga :  UU Cipta Kerja: Surga atau Fatamorgana?

Namun perlu diingat bahwa untuk maju tersebut bisa dengan keputusan sendiri ataupun kelompok pendukung saja, tentu harus dapat restu dan dukungan dari DPP/ketua umum partai dan jika kursi partainya tidak cukup tentunya butuh tambahan dari partai lain.

Tidak semua ketua partai secara otomatis bisa maju dan mencalonkan diri sebagai kepala dearah walaupun secara garis besar kita nilai layak, karna sudah banyak contoh dibeberapa daerah salah satunya calon walikota solo dan sebagainya.

Sesuatu yang menjadi ganjaran bagi bang amsakar ahmad saat ini, boleh dikatakan dengan munculnya nama ibu Marlin agustina saat ini menjabat sebagai wakil gubernur yang juga merupakan kader nasdem, ketua organisasi sayap nasdem yang lagi santer untuk maju sebagai calon walikota Batam, mungkin hal ini buat resah para pendukung sehingga jadi momok dan ganjalan bagi bang amsakar ahmad untuk maju sebagai calon walikota Batam 2024.

Nah disinilah mulai adanya gesekan – gesekan terkesan adanya keretakan hubungan antar bapak Amsakar Achmad dengan bapak HM.Rudi.

Namun saya cukup salut dengan kedua pemimpin Batam tersebut ,mereka tetap bisa membungkus dengan jiwanya yang tenang, beliau tetap menjaga hubungan baik, sehingga tidak terlihat kepermukaan disharmoni kedua pemimpin tersebut.

Wakil Walikota, Bupati, Gubernur Tidak Serta Merta Bisa Menang Pilkada

Bebarapa daerah dapat kita jadikan sebagai acuan /contoh, sebut saja kabupaten bogor pada pilkada 2018 dimenangkan ole Ade Munawaroh Yasin adik kandung dari Rachmat Yasin, mengalahkan nurhanyanti yang saat itu petahana dari wakil bupati menjadi bupati menggantikan Rahmad Yasin.

Begitu juga dengan pemilihan bupati purwakarta 2018 dimenangkan oleh Anne Ratna mustika berpasangan dengan Aming yang mana sebelumnya bupati purwakarta dijabat oleh Dedi Muyadi berpasangan dengan Dadan Koswara selama dua periode, nah kenapa tidak Dadan Koswara yang melanjutkan, bukankah beliau sudah berpengalaman sebagai wakil bupati, toh ternyata tidak bisakan..!

Baca Juga :  AWe - Dalmasri Syam Didukung Partai Gelora

Bukan berarti wakil bupati, walikota, gubernur tidak bisa menang, juga ada yang menang sebagai contoh di kota Tanjungpinang Alm.H.Syahrul, Bupati Lingga saat ini M. Nizar, namun perlu dilihat juga pesaing dan jumlah pemilih karakteristik masyarakatnya.

Bang Amsakar Bisa Bernasib Sama Dengan Bang H. Khazalik

Sebagaimana kita ketahui bahwa Drs.H.Khazalik saat ini anggota DPRD Provinsi kepri dan ketua nasdem kabupaten bintan pernah menjabat sebagai wakil bupati berpasangan dengan Bapak H.Ansar Ahmad.

Semua khalayak/masyarakat bintan tentu sudah mengenal sosok seorang Bang H.Khazalik berasal dari seorang birokrat sejati kemudian terjun kedunia politik,artinya sangat mirip dengan bapak Amsakar, beliau low profil, merakyat, isiplin , penurut dengan Bupatinya alias tidak neko-neko , toh saat mencalonkan diri sebagai bupati kabupaten bintan tahun 2015 beliau kalah dengan pasangan Apri Sujadi – Dalmasri.

Disini dapat disimpulkan bahwa yang kita nilai baik dan layak itu belum tentu bisa menang dalam pemilihan kepala daerah( pilkada) tidak cukup dengan itu saja tentu adanya faktor pendukung lainnya yang mesti dipersiapkan secara matang.

Jika tidak memungkinkan jangan dipaksakan, Jika saya jadi Bapak Amsakar saya akan memilih “Cooling Down”.

Ada istilah mundur untuk menang, namun istilah saya mundur untuk tetap berkiprah, mundur untuk tetap Exis didunia politik, sembari mempersiapkan diri lahir bathin dan kencangkan ikat pinggang untuk siap bertarung pilkada dimasa mendatang.

Baca Juga :  Kesadaran Bersama Terbukti Ampuh, PPKM di Batam Turun Jadi Level 3

Jika tidak memungkin dan berdampak buruk mengakibatkan terjadinya perpecahan ditubuh NasDem, tentunya perlu dikaji manfaat dan mudhoratnya.

Masih banyak jalan menuju Roma, tidak bisa sekarang mungkin tahun berikutnya bisa direalisasikan.

Jika ada jalan lain untuk tetap Exis dan berkiprah Why Not..!

Mungkin salah satunya bang Amsakar Achmad mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, nah saya memprediksi peluang ini cukup besar bagi bang Amsakar Achmad untuk mendapatkan satu kursi dan jika partai nasdem dapat memenangkan pemilu 2024 nanti, tentunyanya jabatan Ketua DPRD bisa diraih, peluang tersebut sangat terbuka lebar, karena saat ini dapat kita lihat pergerakan Partai NasDem cukup bagus elektabilitasnya tinggi apalagi beberapa kepala daerah di Provinsi Kepri berasal dari Partai NasDem,tinggal bang Amsakar Achmad negosiasi dengan ketua DPD dan DPP NasDem untuk Jabatan Ketua DPRD tersebut.

Jika keputusan tersebut diambil oleh bang Amsakar, tentunya situasi politik di Kota Batam akan berubah dan gejolak politik ditubuh NasDem jadi adem, team akan bersatu dan solid untuk maju bersama, menang bersama, bang amsakar juga tidak mahal mengeluarkan Cost Politik, bisa saja nanti beliau sebagai ketua Timses untuk calon NasDem di pilkada 2024 nanti.

“Damai itu indah
Mengalah itu bukan berarti kalah
Yakinlah akan indah pada waktunya”

Tulisan ini saya buat dengan niat yang tulus untuk sahabat saya bang Amsakar Ahmad ,tidak bermaksud menyudutkan atau menggiring, karena keputusan tetap berada ditangan beliau, jika bermanfaat Alhamdulillah,jika tidak cukup diabaikan saja.
Trimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here