Beranda Kepri Anambas Indra Gunawan: Warga Jemaja Siap Sambut Investasi Migas KUFPEC di Anambas

Indra Gunawan: Warga Jemaja Siap Sambut Investasi Migas KUFPEC di Anambas

0

beritakepri.id, ANAMBAS – Tokoh asal Pulau Jemaja yang juga Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, Indra Gunawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana investasi migas oleh Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) di wilayahnya.

Indra, yang lahir dan besar di Jemaja, menegaskan dukungan ini ia berikan sebagai bentuk komitmen putra daerah untuk mendukung kemajuan ekonomi lokal.

“Sebagai anak asli Jemaja, saya mendukung penuh investasi migas di kampung halaman. Dukungan ini masih sebatas moril, namun saya yakin manfaatnya akan besar bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).

Dukungan untuk Pemkab Anambas
Indra mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas yang dinilai serius menggaet investor. Ia memastikan masyarakat Jemaja siap menyambut para investor yang berinvestasi dengan prinsip menjaga kelestarian alam dan mematuhi adat setempat.

“Pemkab Anambas jangan ragu membawa investor ke Jemaja. Warga siap menerima asalkan investasi dilakukan dengan menjaga alam, mematuhi aturan, dan menghargai budaya lokal,” tambahnya.

Pengembangan Blok Anambas oleh KUFPEC
Mengutip laporan DuniaEnergi.com, pengembangan Blok Anambas di wilayah Natuna berlanjut setelah pemerintah menyetujui Plan of Development (POD-1). KUFPEC menemukan cadangan migas di sumur Anambas 2X pada 2022, tiga tahun setelah resmi mengelola blok tersebut pada 2019.

Berdasarkan POD-1, cadangan yang siap diproduksi meliputi 185 miliar kaki kubik gas (BCF) dan 7 juta barel minyak/kondensat. Target produksi mencapai 55 juta kaki kubik gas per hari (MMcfd) dan 2 ribu barel kondensat per hari (bph).

Kontrak dan Investasi
Blok Anambas dikelola penuh oleh KUFPEC selama 30 tahun dengan skema kontrak bagi hasil gross split. Pada tiga tahun pertama, kontraktor menyiapkan komitmen senilai US$35,2 juta untuk studi geologi, geofisika, survei 3D seluas 600 km², dan pengeboran satu sumur eksplorasi. Bonus tanda tangan mencapai US$2,5 juta.

Pemerintah memberikan insentif tambahan sekitar 15% untuk meningkatkan keekonomian proyek, dengan porsi pembagian hasil gas 15,5% pemerintah dan 84,5% kontraktor, sedangkan minyak 20,5% pemerintah dan 79,5% kontraktor.

Target Produksi 2028
Sara Al-Baker, Country Manager KUFPEC Indonesia (Anambas) B.V., menyebutkan Final Investment Decision (FID) ditargetkan rampung awal 2026, sementara produksi pertama (first production) direncanakan pada 2028.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai proyek ini sebagai bukti nyata bahwa investasi hulu migas di Indonesia tetap menarik bagi investor internasional.***

Penulis : Yusfreyendi
Editor : Fatih Muftih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here