Alias Wello (AWe) - Dalmasri Syam saat mendaftar di KPU Bintan

beritakepri.id, BINTAN- H Alias Wello SIP, M.Tr.IP dan Drs H Dalmasri Syam MM, akhirnya ditetapkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan di Pilkada 2020 oleh KPU Bintan, Rabu (23/9/2020).

Pasangan calon (paslon) ini harus melalui langkah panjang dan berliku atau zig-zag, sebelum akhirnya ditetapkan KPU. Dan, bisa maju ke Pilkada.

Nama Alias Wello, yang akrab dengan sapaan AWe dan Dalmasri Syam, yang biasa disapa Bang Dal, bukan orang baru di Bintan.

AWe selain menjabat Ketua DPRD Lingga 2004 – 2009, juga sudah pernah maju ke Pilkada Bintan 2005, Bang Dal juga dikenal sebagai Ketua DPRD Bintan 2004 – 2009.

Saat segelintir orang sepakat membungkam demokrasi dan menggaungkan kotak kosong di Pilkada Bintan 2020 sejak beberapa bulan yang lalu, AWe – Dalmasri melawan.

Asa yang Tercabut

Berbekal dukungan dari Partai NasDem, pemilik 4 kursi di DPRD Bintan, keduanya bergerak di Jakarta mencari tambahan 1 kursi lagi.

Baca Juga :  Alias Wello Kritik Ramainya TKA di PT BAI

Untuk melengkapi persyaratan minimal 5 kursi, agar bisa maju di Pilkada Bintan. Hingga sehari menjelang ditutupnya pendaftaran atau 3 September 2020, pasangan ini berhasil mendapatkan rekomendasi dari Partai PAN.

Rekomendasi itu membuat hatinya berbunga-bunga, karena berhasil mendapatkan tiket maju di Pilkada Bintan.

Namun, harapan itu musnah ketika Partai PAN tiba-tiba mencabut dukungannya tanpa alasan yang jelas.

Anehnya, dukungan itu dicabut pada tanggal yang sama 3 September 2020, sehari sebelum pendaftaran dibuka oleh KPU Bintan.

Sebuah petaka demokrasi yang luar biasa. Hak demokrasi bagi masyarakat dibungkam.

Akrobat Politik Partai PAN

Akrobat politik dari Partai PAN itu membuat perhatian masyarakat Kepri tertuju ke Pilkada Bintan.

Berita AWe – Dalmasri Gagal Maju di Pilkada Bintan dan Pilkada Bintan Lawan Kotak Kosong jadi trending topic di lini masa.

Baca Juga :  Alias Wello Terharu Berpisah dengan Pegawai Pemkab Lingga

Hingga penutupan pendaftaran tanggal 6 September 2020, AWe – Dalmasri memang gagal mendaftar karena partai pengusung tak cukup.

Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, Allah SWT yang menentukan hasil akhirnya.

Saat harapan maju ke Pilkada Bintan 2020 nyaris pupus, tiba-tiba KPU membuat diskresi memperpanjang masa pendaftaran.

Diskresi yang diterbitkan di injury time atau di pengujung pendaftaran awal itu, membuat harapan AWe – Dalmasri membuncah.

Megawati Soekarno Putri

Meski peluang untuk maju hanya sebesar ujung rambut, namun AWe – Dalmasri mendapatkan tambahan waktu. Untuk melengkapi 4 kursi yang sudah ada.

AWe – Dalmasri langsung tancap gas di masa sosialisasi. Komunikasi dengan Partai PDIP mulai dari tingkat DPC, DPD hingga DPP terus dibangun.

Baca Juga :  Gubernur Kepri Lantik Adiknya Jadi Pejabat Eselon II

Targetnya hanya satu. PDIP harus menyelamatkan demokrasi Bintan dari tangan-tangan kotor segelintir orang yang ingin membunuh demokrasi di Bintan.

Alhamdulillah. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri tergugah hatinya. Pada tanggal 9 September 2020, Megawati mencabut dukungannya ke petahana Apri Sujadi – Roby Kurniawan. Dan, mengalihkan dukungan ke pasangan AWe – Dalmasri.

Partai PDIP menyelamatkan dan menghidupkan kembali demokrasi di Kabupaten Bintan, yang nyaris mati terbunuh.

Saar perpanjangan waktu pendaftaran dibuka, 11 September 2020, AWe – Dalmasri resmi mendaftar ke KPU Bintan sebagai bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan 2020 – 2024.

Pasangan ini diusung oleh Partai NasDem (4 kursi) dan PDIP (2 kursi). Dan, KPU Bintan pun akhirnya menetapkan Pilkada Bintan 2020 diikuti dua pasang calon, Rabu (23/9/2020).(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here