fenomena astronomi

Selama bulan April 2020, akan ada beberapa fenomena astronomi yang akan terjadi di dunia. Bagi ilmuwan, kejadian-kejadian astronomi akan terus dipelajari demi kemajuan ilmu pengetahuan bagi umat manusia.

Berikut ini fenomena astronomi yang ada:

Bulan Kuarter Awal

Fase Bulan Kuarter Awal akan terjadi pada 1 April 2020 Pada fase ini Bulan terlihat berbentuk separuh. Setelah Matahari terbenam Bulan akan berada di titik zenith (di atas kepala kita).

Bulan akan tenggelam sekitar waktu tengah malam. Jika anda akan melakukan pengamatan langit disarankan mulai waktu tengah malam hingga sebelum Matahari terbit karena pada saat itu langit tidak terganggu oleh cahaya Bulan.

Konjungsi Bulan – Regulus

Pada tanggal 4 April 2020 bulan berada pada fase Cembung awal. Bulan Cembung awal akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan bintang Regulus. Bintang Regulus tampak berwarna biru dan berada di sebelah Tenggara Bulan yang terbit pada pukul 14:48.

Peristiwa ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan berlangsung mulai Matahari Terbenam hingga 02:29 waktu.

Baca Juga :  Cara Putar YouTube di HP Nontonnya di TV

Konjungsi Bulan – Spica

Pada tanggal 8 April 2020 Bulan berada pada fase Purnama. Bulan Purnama akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan bintang Spica. Bintang Spica tampak berwarna biru dan berada di sebelah Barat Daya Bulan yang terbit pada pukul 18:08.

Peristiwa ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan berlangsung mulai pukul 18:08 waktu hingga Matahari terbit.

Bulan Purnama

Pada tanggal 8 April 2020 Bulan akan mengalami fase purnama dengan puncak oposisi pada pukul 09.35 WIB. Pada fase ini Bulan terlihat berbentuk bulat penuh (Full Moon).

Dalam satu malam penuh Bulan akan menerangi langit malam mulai dari Matahari terbenam hingga terbit kembali.

Supermoon

Supermoon alias fenomena membesarnya cakram Bulan sebagai akibat dari dekatnya jarak antara Bumi dan Bulan pada tahun 2020 akan terjadi pada 8 April 2020 dengan jarak Bumi Bulan 356908 km. Supermoon merupakan fenomena alam yang terjadi di setiap tahun.

Konjungsi Bulan – Jupiter

Pada tanggal 14 April 2020 Bulan Cembung Akhir akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan sebuah bintang terang tak berkelip berwarna coklat keputihan.

Baca Juga :  Perbedaan Wabah, Epidemi, Endemi dan Pandemi

Bintang terang tersebut sebenarnya adalah sebuah planet yang bila kita lihat menggunakan teleskop akan terlihat empat satelit alam yang berada di kanan-kirinya. Planet tersebut adalah planet Jupiter.

Planet Jupiter tampak berada di sebelah Timur Laut Bulan yang pada saat itu terbit pukul 23:33 waktu lokal. Peristiwa Konjungsi Bulan – Jupiter dapat kita amati dengan mata telanjang dan akan berlangsung mulai pukul 23:33 waktu lokal hingga Matahari terbit.

Bulan Kuarter Akhir

Pada 15 April 2020 Bulan memasuki fase Kuarter Akhir. Pada posisi ini Bulan terlihat berbentuk separuh. Bulan akan terbit sekitar tengah malam dan akan berada di titik zenith (di atas kepala kita) saat Matahari terbit.

Jika anda akan melakukan pengamatan langit disarankan setelah Matahari terbenam hingga waktu tengah malam sebelum Bulan terbit karena pada saat itu langit tidak terganggu oleh cahaya Bulan.

Konjungsi Bulan – Mars

Pada tanggal 16 April 2020 Bulan berada pada fase Kuarter Akhir. Bulan Akhir akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan bintang terang tak berkelip berwarna oranye.

Baca Juga :  Ini Waktu Berjemur Paling Baik untuk Imunitas Cegah Covid-19

Bintang terang tersebut sejatinya adalah planet ke empat dalam Tata Surya kita yaitu planet Mars. Planet Mars tampak berwarna oranye dan saat itu berada di sebelah Timur Laut Bulan yang terbit pada pukul 00:31 waktu lokal.

Peristiwa Konjungsi Bulan – Mars dapat kita amati dengan mata telanjang dan akan berlangsung mulai pukul 00:31 waktu lokal hingga Matahari terbit.

Bulan Baru

Pada tanggal 23 April 2020 Bulan memasuki fase Bulan Baru dengan konjungsi Bulan Matahari terjadi pada pukul 09.26 WIB. Pada fase ini Bulan tidak terlihat di langit.

Pada fase ini adalah saat terbaik untuk mengamati langit malam karena dalam satu malam penuh langit terbebas dari cahaya Bulan. Jika anda ingin melakukan pengamatan hilal pada 23 April 2020 maka saat Matahari terbenam di sore hari posisi hilal akan setinggi ± 3°. ***

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here