Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga mengunjungi Sekolah Satu Atap Madong, belum lama ini.

beritakepri.id, TANJUNGPINANG —Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga mendorong kepala dinas beserta kepala daerah bisa melakukan lobi-lobi pembangunan untuk daerah.

Ia menilai banyak program pemerintah pusat yang bisa direalisasikan ke daerah. Mulai dari bentuk fisik maupun non fisik.

Ketua DPD Golkar Tanjungpinang tersebut menuturkan, salah satu pembenahan yang perlu dilakukan yaitu perbaikan RSUD Tanjungpinang.

Secara bentuk fisik menurutnya sudah perlu diperbaiki total, sebab sudah bangunan lama. Begitu juga dengan penyelesaikan persoalan banjir di beberapa titik di Tanjungpinang bisa di lobi ke pusat.

Ia menyarankan bisa melakukan komunikasi melalui Anggota DPR RI serta melakukan komunikasi langsung ke pusat.

”Dulu Pak Ansar itu kalau mau meminta pembangunan mendatangi kantor kementerian bahkan rela menunggu berjam-jam. Saya rasa kepala OPD maupun kepala daerah bisa lakukan itu,” ujarnya , belum lama ini.

Baca Juga :  Benahi Sekolah, Harus Ada Target

Menurutnya pembenahan rumah sakit sudah bisa dilakukan secara maksimal, apalagi lahan eks Bintan di bagian bahwa sudah di serahkan ke Pemko Tanjungpinang.

Ini juga menjadi salah satu dasar bisa melakukan perbaikan total dan anggarannya minta ke pusat. Terkait kebutuhan biaya, ia menilai perlu dihitung secara teknis.

Ia menuturkan, masyarakat Kota Tanjungpinang menunggu pelayanan RSUD Tanjungpinang bisa lebih baik. Dari segi pelayanan maupun fasilitas yang diberikan sesuai kelasnya.

Kondisi beberapa ruangan poli sampai kini masih memprihatinkan, Begitu juga dengan ruang tunggu.
Ia mengaku menerima keluhan terkait rendahnya kenyamanan pelayanan di RSUD Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Tanjungpinang Juara Umum ke Tiga di Popda

Dari berbagai hal, utamanya fasilitas di rumah sakit serta sistem pendaftaran yang masih terbilang lambat.

Ade menuturkan, hasil komunikasi yang dilakukan, bahwa bangunan di RSUD perlu direhab total. Ini menjadi salah satu indikator penentu kenyamanan masyarakat ke depan.

Di luar hal lainnya yang juga diperlukan. Misalnya segi pelayanan medis, alat-alat kesehatan dan lainnya.

Menurutnya, anggaran yang diperlukan senilai Rp160 miliar. Jika hanya setengah-setengah dampaknya tidak begitu terasa.

”Jika ingin membuat pasien nyaman perlu bedah total. Gak usah tanggung-tanggung. Saya yakin bisa, bagaimana mengaturnya saja,” ujarnya.

Menurutnya, jika pembenahan dilakukan secara bertahap, maka dampaknya belum begitu terasa. Menurutnya, RSUD memang perlu rehab total.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Ikuti Kemah Besar di Taman Budaya

Ia menuturkan, meskipun beberapa hal sudah mulai dibenahi namun terlihat belum maksimal, Kondisi ruang tunggu yang belum nyaman.

Salah satu pasien, Yeni menuturkan, kondisi beberapa poli maupun ruang inap tidak begitu nyaman. Hal ini tentu perlu perbaikan.

”Saya kasihan poli tertentu masih sangat tidak layak. Mulai dari posisi ruangan hingga fasilitasnya,” ucapnya.

”Kita harap pelayanan di RSUD bisa segera dibenahi,” ujarnya lagi.

Agus menuturkan, bahwa jumlah pasien bertambah sejak ditetapkannya sistem pelayanan berjenjang. Kebijakan ini, mengikuti aturan BPJS Kesehatan secara nasional.

Hanya saja, RSUD Kota Tanjungpinang dari segi fasilitas masih kurang memadai dan perlu pembenahan. (adv)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here