beritakepri.id, Tanjungpinang-Viralnya foto Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma di media sosial Facebook menjadi buah bibir masyarakat Kota Tanjungpinang, bagaimana tidak, Rahma yang juga merupakan Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepri itu juga turut membagi-bagikan Poster salah satu Calon Gubernur Kepri, nomor urut 3 Ansar-Marlin, Kamis (29/10/2020).

Rahma yang juga merupakan kader Partai pengusung Cagub-cawagub tersebut mengatakan bahwa dirinya melakukan kegiatan tersebut bukan kapasitas sebagai Walikota Tanjungpinang, melainkan sebagai Wakil DPW Partai NasDem.

“Itu bukan kapasitas sebagai walikota, akan tetapi sebagai Wakil Ketua DPW bidang OKK. Sesuai aturan PKPU tentang kampanye, dihari libur saya tidak perlu cuti, karena saya mewakili Partai tidak ada masalah. Dalam kegiatan tersebut saya tidak menggunakan mobil Dinas, tidak membawa Pengawal Pribadi maupun Ajudan.”Kata Rahma.

Baca Juga :  Prestasi Pendidikan Kepri Ungguli Provinsi Lainnya

Bahkan dalam kegiatannya tersebut Rahma mengaku mendapatkan surat pemberitahuan kampanye yang dikeluarkan oleh tim Kampanye Ansar-Marlin.

“Saya ada surat dari pak Ade Angga selaku ketua tim Kampanye, dan ada surat pemberitahuan. Silakan ditanyakan kepada pak Ade Angga”Jelas Rahma Kamis (29/10) siang melalui sambungan telepon.

Menanggapi hal tersebut, LSM Cerdik Pandai Muda Melayu (Cindai) Provinsi Kepri menyayangkan tindak pembagian masker berlogokan KBRI Singapura tersebut, mengingat Masker tersebut merupakan sumber dana CSR perusahaan Singapura yang disalurkan ke Pemerintah Indonesia melalui KBRI Singapura.

“Itu hak buk Rahma melakukan kampanye diwaktu libur, sesuai PKPU nomor 11, memang dibolehkan, apalagi beliau sebagai Wakil Partai NasDem, akan tetapi yang menjadi persoalan adalah masker yang dibagikan bukan masker milik salah satu Cagub maupun cawagub yang di usung partai nya beliau.”Kata Ketua LSM Cindai Edi Susanto.

Baca Juga :  Hari Ini Candra Ibrahim Melantik Pengurus PWI Lingga

Harusnya kata Edi, Rahma dalam kesempatan libur tersebut membagi-bagikan masker milik Cagub-cawagub nya, bukan Masker milik Perusahaan BUMN di Singapura, yang penggunaan anggaran nya bersumber dari dana Corporate Social and Responsibility (CSR).

“Perusahaan tersebut mengeluarkan dana CSR karena bentuk kepedulian perusahaan ditengah wabah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, terutama Indonesia. Maka perusahaan itu menyalurkan melalui Negara ataupun Pemerintah, bukan menyalurkan melalui Pasangan Calon Gubernur tertentu.”Kata Edi Susanto.

Edi juga mendesak pihak Bawaslu Kepri untuk segera mengambil langkah atas dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Rahma, mengingat tindakan Rahma dapat dikategorikan memanfaatkan program pemerintah.

Baca Juga :  Gubernur Lantik Rahma sebagai Wako Tanjungpinang Definitif

“Bawaslu harus segera menelusuri dugaan pelanggaran kampanye buk Rahma, jika tidak, Publik akan menilai Bawaslu tidak netral dalam melakukan pengawasan pemilu. Kita tidak persoalkan buk Rahma dalam kapasitas nya sebagai DPW NasDem, karena memang udah menjadi kewajiban beliau dalam memenangkan calon yang di usung Partainya, akan tetapi ini menjadi persoalan ketika kita melihat masker milik pemerintah itu dan diselipkan alat peraga Kampanye milik salah satu Paslon, itu nyata-nyata dapat dikatakan tindakan kampanye.”Edi (Eb)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here