Beranda Berita Utama Bahan Baku Pasir Perusahaan Ready Mix Bintan dan Tanjungpinang di Duga Dari...

Bahan Baku Pasir Perusahaan Ready Mix Bintan dan Tanjungpinang di Duga Dari Pasir Ilegal

321
0
Lori-lori pasir yang beraktifitas mengangkit pasir ilegal di wilayah kabupaten bintan

beritakepri.id, BINTAN – Bahan baku terutama pasir di beberapa perusahaan Ready Mix beton yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau perlu dipertanyakan. Mengingat banyaknya kegiatan pertambangan pasir illegal yang tumbuh seperti jamur di wilayah Bintan.

Tokoh masyarakat Bintan, Andi Masdar Paranrengi mengatakan, mengatakan, untuk wilayah Bintan dan Tanjungpinang, perusahaan Ready Mix beton jelas sebagian menyuplainya kepada bangunan milik pemerintah dan proyek besar lainnya.
“Kalau proyek atau pekerjaannya resmi, jelas aneh kalau pasokan bahan bakunya dari hasil pertambangan illegal,” katanya, Senin, ( 21/12/20 ) di Bintan.

Menggingat, pihak pemerintah dan aparat penegak hukum sendiri jelas sebagai pengontrol, pengawas serta penegakan hukum apabila adanya kegiatan illegal.

Baca Juga :  Serasan, Pendar Terpendam di Ujung Utara

Perusahaan ready mix beton, jelas salahsatu bahan bakunya adalah pasir, jelas bahan bakunya perlu diawasi didatangkan dari atau cara yang resmi atau tidak.

Untuk di Bintan dan Tanjungpinang, setidaknya ada tujuh perusahaan ready mix beton yang tidak asing lagi. Diantaranya, CV. Trio Valentin beralamat di Tanjunguban, PT Indocom beralamat di Kijang Lama Tanjupinang atau Komplek Metro Industrial Park, PT Dwi Karya Cakrawala Bintan (DKCB) Jalan Pelangke Sebong Pereh, Bintan, PT Graphika Beton Jalan Raya Dompak Batu 9 Tanjungpinang.

Selanjutnya, PT Seraya Beton Perkasa, beralamat di Jalan Kijang Lama, Ruko Pondok Gurindam, Tanjungpinang, PT. Sempurna Concretindo di Jala Gurindam 12, Ruko Lagoi Bay Bintan dan PT. Indo Bata jalan Raja Haji Fisabilillah Kilometer 5, Tanjung pinang.

Baca Juga :  Bupati Bintan Minta Sistem Penerimaaan CPNS Dievaluasi

Salah satu pimpinan perusahaan Ready Mix yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan, secara terang-terangan mengakui kalau perusahaannya selama ini, mendapatkan supali pasir dari tambang pasir yang tidak resmi.

Dia beralasan, karena walau pun ada perusahaan tambang pasir yang resmi, namun karena jarak tempuh sangat jauh sehingga harga sangat tinggi. Sehingga masih menerima pasokan bahan baku pasir dari pertambangan yang terdekat.

Salah seorang aparat kepolisian yang tidak ingin namanya disebutkan juga mengakui hal tersebut. ” Perusahaan ready mix yang ada di wilayah kepri memang tidak 100 persen menggunakan pasir legal, meraka masih mengambil dari tambang rakyat, dan memang tambang rakyat tersebut tidak memiliki izin resmi dari pemerintah,” tuturnya.

Baca Juga :  Lis Darmansyah: Sudah Saatnya Normalisasi Waduk Gesek

” Hal ini sangat disayangkan, namun pemerintah sendiri sampai hari ini belum juga memahami persyaratan dan prosedurnya seperti apa untuk mengurus izin tersebut, saya yakin bila memang ketentuan syarat dan prosedur sudah dipahami, pengusaha- pengusaha yang ada di wilayah kepri pastinya mau membuat izin tersebut,” ungkapnya saat di temui media ini beberapa waktu lalu. ( Red)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here