Beranda Nasional Menteri Kebudayaan Dukung Penetapan Hari Puisi Indonesia pada 26 Juli

Menteri Kebudayaan Dukung Penetapan Hari Puisi Indonesia pada 26 Juli

0
Fadli Zon usai menerima audiensi dari Panitia Pencanangan Hari Puisi Indonesia 2025 di kantor Kementerian Kebudayaan.F-Istimewa

beritakepri.id, JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyatakan dukungan terhadap usulan penetapan Hari Puisi Indonesia (HPI) yang direncanakan jatuh pada 26 Juli 2025, bertepatan dengan hari lahir penyair legendaris Chairil Anwar.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Fadli Zon usai menerima audiensi dari Panitia Pencanangan Hari Puisi Indonesia 2025 di kantor Kementerian Kebudayaan. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh sastra nasional seperti Sutardji Calzoum Bachri, Asrizal Nur, dan Linda Djalil.

“Hari ini saya didampingi Wakil Menteri Kebudayaan menerima kedatangan panitia pencanangan Hari Puisi Indonesia. Kami membahas usulan penetapan HPI pada 26 Juli, bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar,” tulis Fadli Zon melalui akun X resminya pada Jumat (23/06).

Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP), Asrizal Nur, menyerahkan langsung dokumen surat permohonan, proposal, dan kajian akademik setebal 126 halaman kepada Fadli Zon. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah penting menuju pengakuan resmi Hari Puisi Indonesia.

“Sebagai Ketua Dewan Pembina YHP, saya sangat menghormati dukungan Bapak Fadli Zon terhadap HPI yang telah dirayakan sejak 2013,” ujar Asrizal.

Wakil Ketua YHP, Dany Susanto, menambahkan bahwa pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama pada Desember 2024. Ia optimis usulan HPI akan disetujui, mengingat antusiasme Fadli Zon yang dikenal sebagai pecinta puisi.

“Beliau sangat mendukung inisiatif ini. Bahkan meminta kami menyiapkan dokumen akademik untuk dasar pengesahan,” ungkap Dany.

Tokoh sastrawan Sutardji Calzoum Bachri turut menyambut positif dukungan pemerintah terhadap HPI.

“Semua usulan dari Yayasan Hari Puisi diterima Pak Menteri dengan baik,” ujarnya singkat.

Dalam audiensi tersebut, YHP juga mengusulkan program-program pengembangan sastra seperti pemasangan puisi di ruang publik, pelatihan penulisan, serta penerbitan rutin buku dan majalah sastra.

Ewith Bahar, bendahara YHP, menegaskan bahwa HPI selama 13 tahun terakhir telah melibatkan banyak tokoh nasional, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri, gubernur, hingga duta besar negara sahabat.

“Sastra dan puisi adalah napas kebudayaan kita. HPI penting untuk mengangkat martabat budaya Indonesia di mata dunia,” kata Ewith, penulis buku Chairil Anwar Hidup 1000 Tahun Lagi.

Sementara itu, Sekretaris YHP, Sofyan RH Zaid, menyebut Menteri Fadli Zon telah menerima dokumen usulan dengan antusias dan akan segera mempelajarinya untuk pengesahan.***

Penulis : Yusfreyendi
Editor : Fatih Muftih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here