Beranda Berita Utama Pjs Gubkepri Harapkan Program Konversi Tulisan Arab Melayu ke Bahasa Indonesia

Pjs Gubkepri Harapkan Program Konversi Tulisan Arab Melayu ke Bahasa Indonesia

0
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kerpri, H. Bahtiar Baharudin mengunjungi dan bersilaturahmi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kepulauan Riau di jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Senin (23/11).

beritakepri.id, TANJUNGPINANG — Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kerpri, H. Bahtiar Baharudin mengunjungi dan bersilaturahmi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kepulauan Riau di jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Senin (23/11).

Dalam kesempatan ini Bahtiar disambut para pegawai, kemudian langsung meninjau sejumlah fasilitas yang ada di perpustakaan.

Pjs Gubernur menegaskan bahwa penataan perpustakaan dan kearsipan yang profesional sangat penting bagi masyarakat. Hal itu akan baik mendukung kerja aparatur pemerintah dan masyarakat, terutama untuk mengetahui apa yang belum diketahui masyarakat.

Baca Juga :  Hasil Sidang Paripurna Internal, Dasril. SP Ditetapkan Sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tanjungpinang

Terutama banyaknya buku-buku sejarah Melayu yang belum diketahui halayak ramai karena masih dalam salinan bahasa Belanda atau Arab Melayu, belum disadur ke bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, hal ini agar menjadi PR penting bagi pegawai arsip yang ada.

“Dengan sisa-sisa peradaban masa lalu dan ini berserak di kabupaten kota dan sebagian besar di Malaysia dan sebagian besar lagi di Belanda. Yang ada pun disini hanya disimpan, tapi tidak diterjemahkan sehingga generasi selanjutnya tidak tahu. Maka kedepan harus ada program-program untuk mengkonvensikan tulisan arab melayu ke bahasa Indonesia,” ujar Bahtiar.

Baca Juga :  Prediksi Barcelona vs Granada 30 April, Messi Pimpin Perburuan Capolista
Bahtiar meminta agar pelayanan kepada masyarakat bisa ditingkatkan, juga sarana prasarananya, karena banyak sekali naskah-naskah kuno yang memiliki nilai-nilai sejarah yang berguna bagi generasi masa depan, tapi hari ini menjadi kertas-kertas yang membusuk dan rusak.

Bahtiar meminta agar pelayanan kepada masyarakat bisa ditingkatkan, juga sarana prasarananya, karena banyak sekali naskah-naskah kuno yang memiliki nilai-nilai sejarah yang berguna bagi generasi masa depan, tapi hari ini menjadi kertas-kertas yang membusuk dan rusak.

“Kehadiran kearsipan menjembatani masa lalu dan masa depan, menjembatani nilai yang lama menjadi bermanfaat untuk dunia akan datang. Ketimbang kita hanya memelihara barang-barang sekedar menjadi benda keramat, dan akan menjadi lebih keramat kalau isi itu bisa kita jadikan manfaat bagi masyarkat sekarang ini,” terang Dirjen Polpum Kemendagri ini.

Baca Juga :  Ketua Gaikindo: Termasuk ke Jepang, Indonesia Mampu Ekspor Mobil Hingga 330 ribu

Dengan perpustakaan dan kearsipan yang baik serta profesional, menurut Bahtiar akan menjadi sebagai informasi yang diinginkan masyarakat. Lebih mudah diketahui, diantaranya tentang sejarah perjuangan daerah serta literatur lainnya.(BK/R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here