beritakepri.id, KARIMUN – PT TransContinent, perusahaan logistik yang melayani jasa ekspor dan impor global, resmi memperluas jaringan bisnisnya dengan mengoperasikan Pusat Logistik Berikat (PLB) di Gorontalo. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi katalis penguatan ekosistem logistik dan perdagangan internasional di kawasan Indonesia Tengah dan Timur.
PLB merupakan fasilitas fiskal dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memungkinkan pelaku usaha menimbun barang impor maupun ekspor dengan penangguhan bea masuk dan pajak. Barang dapat disimpan hingga maksimal tiga tahun, sehingga memberikan fleksibilitas dan efisiensi dalam pengelolaan rantai pasok.
Kepastian operasional PLB PT TransContinent di Gorontalo disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah, usai pemaparan proses bisnis perusahaan di Jakarta, Rabu (12/2/2026).
“Kami sangat mendukung PT TransContinent dalam menghadirkan layanan logistik yang kuat, khususnya bagi kawasan Tengah dan Timur Indonesia. Namun, kami juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku,” ujar Zaky.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Bea Cukai Gorontalo, Ade Zirwan. Ia menilai kehadiran PLB TransContinent merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di daerah.
“Fasilitas ini akan membantu pelaku ekspor impor dan dunia usaha lokal dalam mengelola logistik secara lebih efisien, cepat, dan kompetitif,” kata Ade.
Sementara itu, CEO PT TransContinent, Ismail Rasyid, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Bea Cukai, dalam mendorong kelancaran operasional perusahaan.
“Kami berharap keberadaan PLB di Gorontalo dapat mempercepat proses ekspor impor di kawasan Timur Indonesia yang selama ini masih sangat bergantung pada pelabuhan utama di Pulau Jawa. Dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Bea Cukai Gorontalo menjadi faktor penting dalam pengembangan layanan ini,” ujarnya.
Ismail menambahkan, PLB TransContinent di Gorontalo diharapkan memberikan dampak signifikan bagi sektor pertambangan, agroindustri, peternakan, serta sektor produktif lainnya. Dengan fasilitas logistik yang lebih dekat ke sumber produksi, pelaku usaha dapat menekan biaya logistik, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan kepastian usaha.
“Dengan aktifnya PLB ini, kami juga menargetkan pengiriman langsung (direct shipment) dari luar negeri ke Gorontalo, sehingga rantai logistik menjadi lebih pendek dan efisien,” tambahnya.
Saat ini, PT TransContinent didukung sekitar 400 karyawan dengan armada darat lebih dari 300 unit yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan ini memiliki 22 cabang di dalam negeri serta dua cabang luar negeri di Australia dan Filipina. TransContinent juga tercatat sebagai perusahaan logistik pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi pengangkutan sianida untuk kebutuhan industri pertambangan emas.
Selain pengembangan PLB, PT TransContinent turut mengelola lahan seluas 18 hektare di Gorontalo untuk berbagai kegiatan usaha, seperti penggemukan sapi guna mendukung ketahanan pangan, pembangunan pabrik virgin coconut oil (VCO), pabrik pengolahan nilam, serta industri pengolahan kelapa menjadi arang dan karbon aktif. Berbagai investasi tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.***
Penulis : Alrion Tambunan
Editor : Fatih Muftih



































