Beranda Berita Utama Sudah Berbulan-bulan, Ternyata Kartu Elpiji Ditimbun di Disperindag dan Tak Dibagikan

Sudah Berbulan-bulan, Ternyata Kartu Elpiji Ditimbun di Disperindag dan Tak Dibagikan

337
0
Tumpukan kartu elpiji 3 kilogram baik untuk rumah tangga sasaran dan UMKM di wilayah Kelurahan Tanjung Ayun Sakti yang ketahuan masih ditumpuk di Disperindag Kota Tanjungpinang dan belum dibagikan. Foto diambil awal Juni 2021 ( istimewa )

beritakepri.id, TANJUNGPINANG- Walikota Tanjungpinang, Rahma terus menggalakkan program kartu elpiji atau kartu pelanggan, untuk pengguna elpiji subsidi yang 3 kilogram.

Bahkan pada Rabu (2/6) Minggu lalu, Rahma kembali menyerahkan kartu kendali gas elpiji di Wilayah Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, di 3 pangkalan secara simbolis. Yakni di Pangkalan Han Gie Jalan Sultan Mahmud dengan rincian 179 penerima untuk RTS dan 50 penerima untuk usaha mikro.

Lalu pangkalan setia dengan rincian 134 penerima untuk RTS dan 34 penerima untuk usaha mikro, terakhir pangkalan Edi Susanto Gang Prapat 5 dengan rincian 205 penerima untuk RTS dan 14 penerima untuk usaha mikro.

Baca Juga :  Rahma Serahkan 1.137 Sertifikat Tanah Program PTSL

Dalam sambutanya, Rahma mengatakan bahwa kartu pelanggan ini diberlakukan untuk seluruh wilayah Kota Tanjungpinang, dengan tujuan untuk menjamin ketersedian gas elpiji 3 kilogram.

“Kartu pelanggan ini fungsinya untuk masyarakat yang terdata sebagai Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan pelaku usaha mikro untuk mendapatkan gas subsidi,” jelasnya.

Rahma juga menyebutkan, selama kartu pelanggan ini diberlakukan, terbukti tidak terjadi lagi kelangkaan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tidak kebagian gas bersubsidi ini.

“Alhamdulillah selama diberlakukannya Kartu Pelanggan ini, ketersediaan gas 3 Kg terus ada. Terasa saat ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang lalu tidak terjadi kelangkaan dan antrian, karena sudah jelas jumlah dan data pelanggannya sudah tetap di pangkalan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi, Nurdin Jemput Aspirasi Sejak Subuh

Ia pun berharap bagi warga yang mampu dalam segi ekonomi, agar tidak lagi menggunakan gas 3 Kg subsidi dan bisa beralih ke gas elpiji 5,5 kilogram non subsidi (warna pink).

Ironisnya, kartu elpjji ini belum semua masyarakat menerima. Termasuk beberapa kelurahan yang sudah pernah diluncurkan oleh Rahma pada Februari lalu.

Dari penelusuran wartawan beritakepri.id, masih ratusan kartu elpiji yang dibiarkan alias ditimbun di Kantor Disperindag Kota Tanjungpinang.

Ratusan kartu itu terlihat masih menumpuk dan dibiarkan di atas meja di ruangan Bidang Perdagangan Disperindag Tanjungpinang. Kartu ini berikut daftarnya itu, sedianya dibagikan ke warga di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti.

Baca Juga :  Kompetisi Cabang Olahraga Kota Tanjungpinang 2019 Pertandingkan 9 Cabor

Salah seorang sumber media ini Kantor Kelurahan Tanjung Ayun Sakti membenarkan, bahwa memang kartu elpiji belum ada dibagikan oleh pihak dinas.

“Yang dibagi ke pangkalan hanya pas acara peluncuran dulu. Setelah itu tak ada. Malah masyarakat belinya tak pakei kartu lagi,” singkatnya.(BK/Cha)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here