Beranda Kepri Tanjungpinang Oktober 2019, Tanjungpinang Alami Inflasi 2,14%

Oktober 2019, Tanjungpinang Alami Inflasi 2,14%

206
0
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, memimpin rapat rutin bulanan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, Senin (25/11).

beritakepri.id, TANJUNGPINANG — Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, memimpin rapat rutin bulanan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, Senin (25/11). Rapat diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, Asisten Ekonomi Pembangunan, Irwan, serta stakeholder terkait seperti Bank Indonesia Perwakilan Kepri, BUMD Kota Tanjungpinang, BPS Kota Tanjungpinang, Karantina Pertanian dan Perikanan, BMKG Kota Tanjungpinang, dan OPD terkait.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Bank Indonesia dan BPS, pada bulan Oktober Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,27% (mtm) atau inflasi sebesar 2,14% (yoy). Kondisi ini semakin dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang deflasi sebesar 0,11% (mtm) atau 2,71% (yoy). IHK Kepri disebutkan juga lebih rendah dibandingkan IHK nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,02% (mtm) atau inflasi 3,13% (yoy).

Baca Juga :  Isdianto Buka Seminar Kepemiluan 2019 yang Diselenggarakan Oleh Gapura

Deflasi Tanjungpinang terutama bersumber dari penurunan harga komoditas cabai merah, cabai rawit, ikan selar/tude dan penurunan tarif angkutan udara khususnya dipengaruhi periode low season yang menyebabkan maskapai menurunkan tarif terutama maskapai Low Cost Carrier (LCC).

Sedang IHK Kepri pada Oktober 2019 mengalami deflasi 0,27% (mtm), tidak sedalam bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,49% (mtm). Akan tetapi jika dilihat inflasi bulan Oktober 2019 Regional Sumatera (yoy), dari sepuluh provinsi di sumatera, inflasi Kepri menduduki peringkat kedua terendah setelah Jambi. Inflasi Kepri pada Oktober 2019 lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,13% (yoy).

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat

Hingga November masih menjadi tren penurunan harga, terutama komoditas cabai merah dan cabai rawit seiring dengan mulai panennya sentra penghasil di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sementara itu, harga komoditas bawang merah dan bawang putih mulai mengalami peningkatan.

Laporan dari perwakilan Bulog mengatakan stok beras sebanyak 1.600 ton, gula 2,5 ton, minyak 5 ton dan daging 9 ton.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here