Ilustrasi(Shutterstock)

BERITAKEPRI.ID — Food and Drug Administration (FDA) atau BPOM AS mengeluarkan rekomendasi bagi pemilik hewan peliharaan agar melakukan social distancing pada kucing dan anjing selama pandemi. Lembar fakta FDA 30 April berisi hewan peliharaan tidak boleh berinteraksi dengan orang atau hewan lain di luar rumah. Sebisa mungkin kucing harus berada di dalam rumah.

Sementara anjing harus diberi kalung tali agar dapat menjaga jarak dua meter dengan manusia dan hewan lain. FDA juga merekomendasikan pemilik anjing untuk tidak pergi ke taman atau tempat umum yang biasanya didatangi orang dan anjing peliharaan untuk bermain.

Kasus pertama yang dilaporkan terkait hewan terinfeksi virus corona adalah harimau yang tinggal di kebun binatang Bronx. Sejak itu, empat harimau lain dan tiga singa di kebun binatang tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, satu kucing peliharaan di Hong Kong dan Belgia, serta dua kucing di New York telah didiagnosis positif virus corona setelah mengalami gangguan pernapasan ringan. Salah satu di antara kucing-kucing itu tinggal di rumah yang penghuninya tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga :  Pelantikan Pengucapan Sumpah dan Janji DPRD Anambas Periode 2019-2024

Tiga anjing juga dilaporkan positif Covid-19. Namun penelitian kecil yang dikutip FDA menunjukkan bahwa anjing tidak mungkin terinfeksi virus seperti kucing. Hingga saat ini, tidak ada laporan hewan peliharaan menularkan virus corona ke manusia.

“Berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini, tidak ada bukti hewan peliharaan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus corona penyebab Covid-19,” kata FDA dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Business Insider, Senin (11/5/2020).

Keputusan FDA untuk melakukan social distancing pada anjing dan kucing, adalah untuk mencegah hewan peliharaan sakit dan menginfeksi hewan lain.

“Yang paling penting untuk dipahami adalah virus ini menyebar pada manusia. Namun kucing rentan terinfeksi. Sekarang semua hewan yang terinfeksi sudah pulih,” kata direktur Cornell Feline Center, Bruce Kornreich.

Baca Juga :  Tinjau Pelaksanaan USBN dan UNBK, Ini Pesan Wawako dan Sekda

Ferret dan jenis hamster tertentu juga terbukti rentan terhadap infeksi di laboratorium. Sementara babi, ayam, dan bebek tidak akan terinfeksi atau menyebarkan infeksi.

Annette O’Connor, seorang ahli epidemiologi di perguruan tinggi kedokteran hewan Michigan State University, mengatakan saat ini para ahli fokus memperhatikan kucing, karena hewan ini lebih sering berinteraksi dengan manusia dibanding hewan lain.

“Saat kucing ke luar rumah, mereka bisa pergi ke mana saja. Mungkin mereka pergi ke tetangga sebelah yang ternyata terinfeksi Covid-19,” kata O’Connor mengatakan kepada Business Insider.

“Selain itu, mungkin juga ada penularan dari kucing ke kucing, jadi kami ingin menghindari itu dengan social distancing,” imbuhnya.

Kucing yang tertular virus corona mengalami gejala yang sama dengan manusia, kata Kornreich, meliputi demam, batuk, gangguan pernapasan, keluarnya cairan dari hidung, muntah, dan diare. FDA tidak meminta hewan peliharaan untuk menguji virus tetapi jika kucing atau anjing Anda menunjukkan gejala, Kornreich merekomendasikan untuk menghubungi dokter hewan, yang harus diberi tahu jika seseorang dalam rumah tangga tersebut memiliki COVID-19, atau jika hewan peliharaan tersebut mungkin telah terpapar.

Baca Juga :  Bangun Pemuda Kepri Lewat Pramuka

Pedoman CDC terbaru menunjukkan bahwa orang dengan COVID-19 harus membatasi interaksi mereka dengan hewan. Jika orang tersebut bergejala, CDC merekomendasikan mereka menghindari kontak langsung dengan hewan peliharaan, termasuk mengelus, meringkuk, dicium atau dijilat, tidur di lokasi yang sama, dan berbagi makanan atau tempat tidur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “FDA Minta Anjing dan Kucing Terapkan Social Distancing, Ini Alasannya”.

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here