Wisatawan saat mengunjungi Pulau Penyengat

beritakepri.id, TANJUNGPINANG —Sektor pariwisata di Tanjungpinang makin lengkap. Terlebih di Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata religi dan sejarah.

Kini, homestay di Pulau Penyengat sudah tersedia dan mulai ada penghuninya. Homestay ini ada milik masyarakat, Pemprov Kepri dan kelompok masyarakat.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi PKS, Hendi Amerta

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi PKS, Hendi Amerta mengatakan, dengan dijadikannya sebagian rumah penduduk untuk homestay, sektor wisata Penyengat makin bernilai ekonomis.

Pengunjung tidak lagi hanya datang lalu pulang. Namun sudah ada pengunjung yang menginap di homestay di sana. Artinya, perputaran uang makin banyak.

Selain itu, sudah ada juga pelatihan bagi tour guide (pemandu wisata) dari masyarakat lokal. Ini makin melengkapi kebutuhan pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Lobi Pusat untuk Bangun RSUD

”Mereka tak hanya dilatih berbahasa Inggris, juga mengenai sejarah tempat-tempat wisata di Penyengat,” ujar Hendi via ponselnya.

Seorang pemandu wisata dituntut mampu menguasai sejarah, bahasa dan geografis suatu lokasi wisata. Apalagi Penyengat merupakan tempat yang sangat bersejarah. Perlu pengetahuan yang dalam tentang semua objek wisata di sana.

Tinggal transportasi ke Penyengat yang harus dibenahi. Pompong warga perlu direvitalisasi agar lebih nyaman bagi pengunjung.

Memang, kata dia, setiap penumpang pompong tujuan Penyengat selalu dibekali life jacket untuk keselamatan penumpangnya. Namun, tetap harus dipikirkan pemerintah untuk mengubahnya menjadi transportasi wisata yang lebih bagus.

Baca Juga :  Rahma Sampaikan LKPJ Walikota Tahun Anggaran 2019

Informasi yang diperolehnya, PT Pelindo (BUMN) akan menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk pembenahan Penyengat termasuk kapal wisatanya.

”Untuk lebih jelasnya sebaiknya tanya langsung ke Pelindo kapan disalurkan. Karen saya dengar, kapal wisata juga akan disiapkan dengan beberapa jalur perjalanan sebelum ke Penyengat,” tambahnya.

Untuk Tanjungpinang, kata dia, perlu dipikirkan bagaimana agar turis atau wisatawan nusantara (Wisnus) yang berkunjung lebih betah dan lebih lama menginap.

Dengan demikian, perhotelan akan hidup, demikian juga restoran, transportasi, suvenir dan lainnya. Karena salah satu pendapatan yang bisa dikembangkan di Ibukota Provinsi Kepri ini adalah sektor wisata.

Baca Juga :  Dalam 3 Hari Pemko Tanjungpinang Raih 3 Penghargaan Nasional

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemko Tanjungpinang, Surjadi mengatakan, saat ini sudah dibentuk Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kota Tanjungpinang. Ketuanya dia sendiri.

Surjadi menjelaskan, sebagai tim, banyak Organisasi Perangkat daerah (OPD) lain di Pemko Tanjungpinang yang dilibatkan.

”Karena untuk membangun sektor pariwisata tidak bisa hanya satu dinas saja. Harus keroyokan. Misalnya mengenai jalan, ada Dinas PU, mengenai taman ada Dinas Pertamanan dan Kebersihan,” katanya mencontohkan.

Pihaknya terus berpikir bagaimana membangun sektor wisata Tanjungpinang ini lebih maju. Perda tentang Pariwisata sudah jadi, kini tinggal pengembangannya. (adv)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here