Kadis Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana menyebutkan, Program Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan selama 1 tahun dan merupakan program nasional.

beritakepri.id, BATAM — Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, pengabdian dengan tulus, ikhlas dan penuh perhatian akan membuat seorang pasien yang sakit cepat sembuh. Apalagi untuk daerah perbatasan, para dokter internsip dapat memberikan manfaat strategis yaitu pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan.

“Kepada para dokter yang akan mengikuti PIDI bisa ditempatkan di daerah-daerah hinterland dan perbatasan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa dirasakan,” kata Nurdin saat pisah sambut peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan IV Tahun 2017 dan Pembekalan Peserta PIDI Angkatan IV Tahun 2018 Wilayah Penugasan Provinsi Kepri di Hotel Nagoya Hill, Batam, Senin (12/11) malam.

Kepri tahun ini menerima 115 orang. Mereka akan melakukan kegiatan internsip di berbagai daerah di Kepri. Kepada 115 dokter yang akan melaksanakan kegiatan nternsip ini, Nurdin ucapkan selamat datang dan semoga bisa merasakan kenyamanan serta mendapat pengalaman yang terbaik selama mengabdikan diri di Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Tutup FPP 2019, Isdianto Sebut Pariwisata Beda dengan Pertambangan
Pemprov Kepri, kata Gubernur Nurdin, sangat berkomitmen membangun kesehatan. Hal ini dapat dilihat pada alokasi anggaran sebesar 10 persen dari total APBD.

Kepada para dokter yang telah menyelesaikan kegiatan ini, Nurdin berharap, nanti bisa kembali ke Provinsi Kepri dan mengabdikan dirinya. Pemprov Kepri, kata Nurdin sangat berkomitmen membangun kesehatan. Hal ini dapat dilihat pada alokasi anggaran sebesar 10 persen dari total APBD nya.

Di Kepri, saat ini jumlah Puskesmas yang telah beroperasi secara aktif melayani masyarakat terdapat sebanyak 87 buah yang tersebar di kabupaten/kota. Sementara untuk pelayanan kesehatan rujukan, pemerintah telah membangun sebanyak 14 rumah sakit.

Sementara pihak swasta juga aktif dalam pembangunan kesehatan dimana sudah terdapat 17 RS swasta dan 193 klinik/ balai pengobatan swasta.

Baca Juga :  216 CPNS Tanjungpinang Terima SK, Ini Harapan Wali Kota Tanjungpinang

Untuk pemenuhan SDM kesehatan, kata Nurdin, Pemerintah Provinsi Kepri memberikan perhatian seperti pengangkatan dokter, pemberian tunjangan yang memadai bagi dokter spesialis, menjalin kerjasama dengan universitas penyelenggara pendidikan kesehatan, dan memberikan bantuan pendidikan bagi yang melanjutkan pendidikannya.

Kadis Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana dalam laporannya menyebutkan, Program Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan selama 1 tahun dan merupakan program nasional. Untuk Kepri, kegiatan Program Internsip Dokter Indonesia sudah berlangsung sejak 2012 dan mempunyai wahana yang sudah tersedia di kabupaten/kota se Kepri.

Adapun dokter yang akan mengikuti PIDI di Kepri yakni sebanyak 115 orang yang berasal dari 22 fakultas kedokteran se Indonesia. Sementara yang telah menyelesaikannya sebanyak 99 orang
.
Dari program ini, kata Tjetjep, diharapkan pengalaman yang didapat menjadi bekal dan penguat dalam mengabdikan diri, pelayanan bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat, dan keberadaan dokter yang selalu ada di puskesmas
.

Baca Juga :  Batam Terbebas dari Zona Merah Covid-19

Ketua PIDI Pusat dr. Emil Bachtiar Murat menjelaskan program internsip bertujuan untuk memandirikan para dokter yang akan terjun langsung ke masyarakat agar dengan setulus hati melayani masyarakat. Ada sebanyak 47.859 dokter yang berasal 75 fakultas kedokteran se Indonesia sudah mengikuti program internsip sejak tahun 2010 yang disebar di 34 provinsi.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here