Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga, Raja Fahrurrazi, Sabtu (2/2/2019) malam saat mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Persatuan Kuliner Pancur dan Tourist Information Pancur di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara.(F.Ist)

beritakepri.id, LINGGA — Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Lingga terus melakukan inovasi untuk menumbuhkembangkan kegiatan kepariwisataan di Lingga. Berbagai even berskala lokal, nasional maupun internasional digelar dalam rangka mengundang wisatawan berkunjung.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga, Raja Fahrurrazi, Sabtu (2/2/2019) malam saat mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Persatuan Kuliner Pancur dan Tourist Information Pancur di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara.

Dibentuknya Pokdarwis, kata Kadisparpora yang akrab disapa Acai, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Kelurahan Pancur agar peduli terhadap kepariwisataan dan menjadi penggiat wisata mengingat Pemkab Lingga sudah menetapkan tahun 2019 sebagai tahun investasi pariwisata.

Baca Juga :  Kesamaan Visi Huzrin dan Hanura, Modal Kuat Membangun Kepri

“Harapan kami, semoga dengan dikukuhkannya Pokdarwis, Persatuan Kuliner Pancur dan TIC dapat menjadikan Pancur ini lebih ramai, lebih semarak dan kami tidak berhenti sampai disini namun akan terus berinovasi untuk menggiatkan pariwisata Lingga,” papar Acai.

Pementasan tari Melayu.

Acai juga menambahkan akan menggelar perayaan Imlek di Pancur yang akan didukung oleh Kementerian Pariwisata RI serta melibatkan puluhan media dari dalam dan luar negeri agar pariwisata Lingga dapat mendunia. Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga menargetkan peningkatan jumlah wisatawan di tahun 2019.

Baca Juga :  Tutup FPP 2019, Isdianto Sebut Pariwisata Beda dengan Pertambangan
Persembahan tarian dari Vihara Pancur.

Pengukuhan disaksikan oleh Lurah Pancur, Shefi Hari Nugraha dan segenap komponen masyarakat. Kegiatan tersebut diselingi dengan pementasan tari Melayu dan tari dari Vihara Pancur, atraksi Marawis serta paduan suara dari gereja Pancur.

“Kami di Pancur bersinergi merawat kebhinnekaan,” ujar Shefi yang juga menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Pancur karena telah beroperasinya bus Damri trayek Pancur – Daik pulang pergi sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang ingin berkunjung.(BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here