Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang membidangi hukum dan pemerintahan melakukan Silahturahmi dan Audiensi bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah (Kabinda) Kepulauan Riau, di Jalan Kh Abdul Karim Jamak No.2 Batam Center Kota Batam, Jumat, 12 Juni 2020.

Pertemuan tersebut juga dinilai dalam rangka meningkatkan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Pemda). Pertemuan ini di sambut langsung oleh Kabinda Prov. Kepri Brigjen Pol Dr. Riza Celvian Gumay, S.I.K,M.H, M.Si.

Dalam sambutannya beliau menerangkan beberapa hal yakni tentang tantangan Indonesia dan Provinsi Kepri Tahun 2020, Potensi Kerawanan Perbatasan di wilayah Kepri, serta Situasi Pandemi Covid-19 di wilayah Kepri.

Kabinda Kepri, Brigjen Pol Dr. Riza Celvian Gumay menyatakan pemerintah Kota Batam diminta untuk dapat berupaya semaksimal mungkin dalam menangani pencegahan penyebaran dan transparansi terhadap bencana non alam Corona Virus Desese 2019 (Covid-19).

Baca Juga :  Anggota DPRD Kepri Dapil IV Batam Sidak Bulog, Pelabuhan dan Pasar

“Terkait covid-19 ini terutama di Kota Batam Pemerintah diharapkan jangan takut menemukan orang yang terkena Covid, agar tetap terbuka bahwa terkait Covid-19, hal ini bukan untuk dirahasiakan, karena ini merupakan wabah dunia agar dapat diantisipasi dari awal sehingga dapat ditekan kontaminasi penyebarannya,” ujarnya.

Kabinda Kepri menilai pemerintah perlu masif melakukan sosialisasi terkait program New Normal (Kehidupan Baru) sehingga tidak salah dalam menterjemahkan maksud dari New Normal. Ia menjelaskan, New Normal merupakan satu tatanan kehidupan baru di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Kajati Kepri Audensi Dengan Ketua DPRD Kepri

“Kita melakukan secara sadar memakai masker dan selalu mematuhi prosedur protokol kesehatan terkait covid-19 ini, sehingga kita dapat hidup dalam tatanan baru wabah Corona,” ujarnya.

Kemudian, Kabinda Kepri menilai pemerintah daerah Kepulauan Riau perlu mengantisipasi permasalahan jalur masuk transportasi ilegal di sejumlah wilayah Kepulauan Riau yang dinilai sangat rawan dab belum terselesaikan.

“Karena kurangnya sarana dan prasarana terkait keamanan laut di wilayah kepulauan Riau dan banyaknya pelabuhan tikus menjadi salah satu pintu masuk pendatang yang perlu diantisipasi untuk memutuskan mata rantai dari penyebaran Wabah Corona,” ujarnya.

Baca Juga :  Bintan Bentuk Satgas Percepatan Penanganan Virus Corona

Bobby Jayanto Ketua Komisi I DPRD Prov. Kepri juga mempertanyakan terkait kondisi keamanan menjelang tahapan Pilkada serentak 2020, Sospol, Budaya dan Keamanan, Analisa Kondisi pandemi Covid-19 khusus kepri, dari aspek intelejen.

Bobby mengapresiasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh BIN di wilayah Kepulauan Riau.

Dalam pertemuan Silaturahmi dan Audiensi ini juga turut hadir Wakil Ketua III DPRD Kepri Dr. T. Afrizal Dachlan, Wakil Ketua Komisi I DPRD Prov. Kepri H.Taba Iskandar,SH, MH, M.Si , Sekretaris Komisi I Muhammad Syahid Ridho,S.Si , dan Anggota Komisi 1 DPRD Kepri H.Kamaruddin Ali, SH , DRS. Khazalik , Harlianto, S.Kom,MM, Uba Ingan Sigalingging, S.Sn , H. Zainuddin Ahmad , Sugiwan, Taufik.***

Narasi dan Foto : Istimewa

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here