free page hit counter
BatamBerita Utama

Wali Kota Kukuhkan Badan Promosi Pariwisata Batam

beritakepri.id, BATAM — Pejuang pariwisata Batam bertambah lagi hari ini, Selasa (3/9) setelah dilantiknya Badan Promosi Pariwisata (BPPB) oleh Wali Kota Batam, H.M. Rudi, di lantai 4 Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre.

Badan yang dibentuk berdasarkan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan ini nantinya akan bertugas selama 4 tahun, dimulai dari periode 2019 hingga 2023. BPPB dikukuhkan dengan Surat Keputusan Walikota Batam No. 233/HK/VII/2019. Tertuang di dalam SK tersebut bahwa, badan ini terdiri atas Unsur Penentu Kebijakan dan Unsur Pelaksana.

Unsur Penentu Kebijakan BPPD yang baru saja dilantik dan dikukuhkan tersebut terdiri dari sembilan orang yang mewakili berbagai bidang, yakni pakar yang diwakili oleh H. Rahman Usman, akademisi Muhammad Nur Nasution, Sylvia Hilda, AKARI Kepri, Febriansyah, IMA Kepri, Andika Lim, ASITA Kepri, Muhammad Mansyur, PHRI Batam, Fri Surbakti, HPI Batam dan perwakilan penerbangan Fahkrial, serta pelabuhan diwakili oleh Julmarly.

Di dalam Unsur Pelaksana, dipimpin oleh Direktur Eksekutif Edi Sutrisno, Ketua Bidang Media Bambang Saputra, Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Martin Baron, Ketua Bidang Iven dan MICE William Augustto Widjono, Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian Muhammad Syafluddin Laba, Ketua Bidang Hubungan Internasional Teliyana Liu, Ketua Bidang Pengembangan SDM Alfian, dan Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi dijabat oleh Willy Rachdiyan.

Edi Sutrisno selaku Direktur Eksekutif BPPB menjelaskan bahwa, BPPB berfungsi sebagai koordinator promosi pariwisata yang dilakukan dunia usaha di pusat dan daerah. Selain itu BPPB juga berfungsi sebagai mitra kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Selain fungsi tersebut, BPPB juga bertugas untuk meningkatkan citra pariwisata Indonesia, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa, meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan pembelanjaan, menggalang pendanaan dari sumber selain APBN dan APBD sesuai peraturan perundangan, dan melakukan riset dalam rangka pengembangan usaha dan bisnis pariwisata,” jelasnya di lantai 4 Kantor Wali Kota Batam sesaat sebelum dikukuhkan, Selasa (3/9).

Baca Juga :  Satgasgab F1QR Koarmada I Gagalkan Penyeludupan Baby Lobster Miliaran Rupiah

BPPB mempunyai visi untuk menggerek kunjungan wisatwan serta memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata berkelas dunia. BPPB juga mempunyai misi mendorong pariwisata Batam sebagai prioritas utama dalam pembangunan ekonomi Batam, menjadikan pariwisata sebagai ujung tombak memakmurkan rakyat, meningkatkan SDM pariwisata menuju insan pariwisata berstandar internasional, menginisiasi dan mencanangkan pariwisata Batam yang bersendikan budaya dan kearifan lokal, ecofiendly, dan sustainable tourism, serta menuju Batam dengan 5 juta wisman di tahun 2025.

Dalam sambutannya setelah dilantik menjadi Ketua Unsur Kebijakan BPPB, H. Rahman Usman mengatakan bahwa BPPB nantinya akan lebih tajam di promosi, branding, dan riset tentang pariwisata.

“Kolaborasi dengan stakeholder pariwisata dan pemerintahpun nantinya akan diperkuat dan ditingkatkan. Sebagai ujung tombak pariwisata, BPPB tentunya juga akan berperan meningkatkan wisman dan wisnus ke Batam,” ungkapnya.

“Di lain sisi, kompetensi BPPB juga harus ditingkatkan dalam sisi penyelenggaraan MICE. Kita punya semua kelengkapan untuk MICE, namun SDM kita belum ada yang terstandarisasi secara internasional,” ujarnya.

Kadis Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menyambut gembira dilantiknya BPPB ini.

“Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah percepatan laju pariwisata Batam. Percepatan tersebut dapat dibantu oleh BPPB. Sebagai mitra pemerintah daerah dalam pariwisata, tentunya kita berharap banyak dari BPPB agar ke depannya tingkat kunjungan wisatawan ke Batam, khususnya wisman akan mengalami lonjakan drastis melalui program-program promosi yang dibentuk oleh badan ini,” katanya.

Sementara H.M. Rudi, selaku Wali Kota Batam menyampaikan bahwa, Pemerintah Kota Batam sudah meningkatkan infrastruktur, membuat Batam semakin indah untuk pariwisata.

“Untuk promosinya kami titipkan kepada BPPB agar kota ini dikunjungi oleh lebih banyak wisman,” kata Rudi.

“Saat ini kita harus mengakui bahwa wisata menempati posisi nomor satu di Batam, kemudian baru sektor perkapalan. Untuk itu pariwisata kita tetapkan menjadi skala prioritas saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  UPT Puskesmas Tarempa Ikut Kaji Banding Di Tiban Baru Batam

Rudi juga mengajak masyarakat Batam untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Salah satunya adalah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang sudah dapat digunakan tanggal 10 September ini. Masjid megah ini dilengkapi tower setinggi 99 meter, sekaligus dengan liftnya. Ruang shalat utama yang mewah dengan karpet setebal 2,8 cm yanh dapat menampung 25 ribu jamaah dan full air conditioner.

“Tahun depan kita lengkapi sekeliling masjid dengan air mancur. Fasilitasnya nanti akan distandarisasi dengan iso. Dengan lahan parkir yang dapat menampung seribu kendaraan, masjid ini nanti akan menjadi destinasi wisata religi di Batam,” beber Rudi.

Seperti diketahui, Batam sebagai cross border yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia saat ini sedang gencar-gencarnya mendulang wisman.

Dengan target 2 juta wisman yang ditetapkan pemerintah pusat bagi Batam, tentunya hal ini membuat peran BPPB sangat strategis dan krusial untuk mencapai target tersebut atau bahkan dapat melampai di atas target yang telah ditetapkan.(BK/R)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *