free page hit counter
AnambasKepri

Gubernur Resmikan Kecamatan Siantan Utara

beritakepri.id, ANAMBAS — Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan para abdi masyarakat, terlebih pada Camat jangan hanya dengar laporan di sebalik meja. Sering-sering turun ke lapangan. Temui masyarakat, temukan solusi terhadap permasalahan yang ada.

“Kecamatan ujung tombak dalam kemajuan suatu daerah apalagi lebih dekat dengan masyarakat. Pasang mata, pasang telinga, pasang perasaan. Ibaratnya dia tak bisa tidur nyenyak kalau masih ada masyarakat yang digigit nyamuk,” kata Nurdin saat Peresmian serta Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Camat Siantan, di Pulau Mubur, Kabupaten Anambas, Rabu (3/7).

Peresmian itu dihadiri Bupati Anambas Abdul Haris, Sekretaris Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Suhajar Diantoro. Dari Pemprov Kepri tampak hadir Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Kepala Barenlitbang Naharuddin MTP, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ahmad Izhar, Kadis Perkim Mahyuddin, Karo Pemerintahan Haryono dan Plt Karo Humas Protokol dan Penghubung Zulkifli.

Sebelum meresmikan Kecamatan Siantan Utara, Nurdin terlebih dahulu melaksakana Safari Subuh di Masjid Jamik Baiturrahim Tarempa. Usai berdialog dengan jamaah masjid, Nurdin kemudian bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kedai Kopi Loka.

Nurdin kemudian bergerak ke pasar. Di pasar, Nurdin berbelanja ikan simbok atau tongkol untuk diberikan kepada masyarakata yang sedang berbelanja. Hampir 100 ekor simbok ikan manyuk dibelanjakan Nurdin. Setelah itu, Nurdin menikmati indahnya laut Anambas dengan mencoba merenanginya.

Saat peresmian Kecamatan Siantan Utara, Nurdin menyampaikan bahwa pemekaran ini tujuannya pasti ingin memberi pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Juga untuk mempercepat melakukan pembangunan yang tak pernah berhenti.

Karena itu Nurdin berpesan kepada masyarakat untuk turus serta berpartisipasi. Karena peran masyarakat sangat penting dalam menyukseskan pembangunan.

“Bantu Pak Camat. Dia tak bisa apa apa kalau tak dibantu dan didukung masyarakat,” kata Nurdin.

Baca Juga :  SMSI dan PWI Serahkan Bantuan Dana untuk Korban Bencana Sulteng

Sebab, kerja berat, jika sama dipikul akan dapat mewujudkan kemajuan di masa mendatang. Kalau bahu membahu yang berat menjadi ringan. Yang sempit menjadi lapang.

Nurdin senang dengan perkembangan daerah perbatasan di Kepri. Ada perhatian khusus dari pemerintah pusat. Malah banyak kementerian dan lembaga yang keroyokan untuk menggagahkan daerah perbatasan.

Apalagi, kata Nurdin, sekarang Sekretaris BNPP merupakan anak Kepri. Bekas Camat di daerah ini waktu bergabung dengan Riau dulu. Yang jelas, kata Nurdin, pembangunan perbatasan bukan hanya aspek ekonomi saja, tetapi martabat bangsa.

“Pembangunan berproses. Bukan bicara hari ini besok jadi. Yang pasti pemerintah berusaha maksimal,” kata Nurdin.

Sekretaris BNPP Suhajar Diantoro mengatakan pemerintah terus membangun akses untuk kemudahan masyarakat. Ada dana alokasi khusus perbatasan. Karena itu ada DAK Perbatasan, untuk membangun infrastruktur. Membangun infrastruktur pelayanan dasar: puskesmas dan sekolah.

“Presiden (Jokowi) dalam Nawacitanya terus membangun dari pinggiran. Termasuk dari kawasan perbatasan ini,” kata mantan Sekdaprov Kepri ini.

Dalam pada itu, Bupati Abdul Haris mengatakan bahwa Camat itu sebagai pelayan. Tak ada subuh siang malam. Pemimpin di suatu kecamatan itu semua harus diborong. Berikan yang terbaik buat masyarakat.

“Karena masyarakat sekarang ini kalau mereka tak senang lapor ke bupati. Baik baik kerja dan beri layanan.Pemekaran sangat sulit, tapi alhamdulillah kita bisa,” kata Bupati. (BK/R)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *