Syahrul bersama Juwariyah dan Apriyandi.

beritakepri.id, TANJUNGPINANG — Sama-sama dipanggil Ayah, sama-sama meninggal dalam tugas sebagai pemimpin, makam Syahrul di Taman Makam Pahlawan berada persis di sebelah makam Gubernur Kepulauan Riau, Ayah Sani yang meninggal pada 8 April 2016. Dalam rintik hujan, prosesi pemakaman Syahrul disaksikan ribuan pasang mata masyarakat Tanjungpinang. Meski tak bisa melihat dari dekat, duka terasa merebak. Kehilangan sosok pemimpin yang pergi ditengah pandemi Covid-19 dan suasana Ramadan 1441 H, dirasakan semua kalangan.

Prosesi pemakaman Syahrul dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan atau standar WHO terkait Covid-19 sekira pukul 21.00 WIB. Semua petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Begitu juga dengan keluarga inti. Diiringi rintik hujan, peti jenazah almarhum perlahan-lahan diturunkan ke
peristirahatan terakhirnya.

Istri almarhum Syahrul, Juwariyah terlihat tak kuasa menahan tangis. Dari atas kursi roda dalam keadaan lemas ia menyaksikan pemakaman orang tersayang. Tampak juga pelaksana harian (Plh) Wali Kota Tanjungpinang Rahma, Sekretaris Daerah Tanjungpinang Teguh Ahmad dan pejabat di lingkungan Pemko
Tanjungpinang lainnya. Juga terlihat tokoh masyarakat serta pejabat Pemprov Kepri. Semuanya haru melepas kepergian Syahrul.

Baca Juga :  Sekda Kepri: Utamakan Pelayanan Prima Bagi Masyarakat

Proses pemakaman ditutup dengan doa kemudian dilakukan tabur bunga oleh keluarga alharhum.

Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd, lahir di Tarempa, Siantan, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, pada 30 Agustus 1960 (60 tahun). Sebelum menjadi wali kota, dia adalah Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2013-2018 berpasangan dengan Lis Darmansyah sebagai wali kota. Pada pemilihan
kepala daerah langsung tahun 2018, dia mencalonkan diri menjadi wali kota berpasangan dengan Rahma. Terpilih dan dilantik tanggal 21 September 2018 dan baru menjalani separuh masa jabatan.

Berasal dari keluarga sederhana, memilki 8 saudara, masa kecil Syahrul terbilang tak mudah. Dia sudah terbiasa bekerja keras sejak kelas 4 SD. Berjualan kue dan es dilakoninya demi membantu ekonomi keluarga. Ditambah ayahnya yang sakit-sakitan dan ibunya yang tidak bekerja, Syahrul bahkan terhitung
menjadi tulang punggung.

Baca Juga :  STAI MU Gelar Lomba Pusi

Lulus SD pada 1975, Syahrul melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Tarempa. Tapi tak seleesai karena ayahnya meninggal dunia sehingga ia memutuskan secara penuh membantu ekonomi keluarga dengan bekerja di perkebunan cengkih atau pekerjaan apa saja yang bisa dilakukannya.

Tapi itu tidak berlangsung lama. Cita-citanya mengenyam pendidikan tak padam. Tekadnya selalu membara.
Saat SMEP dihapuskan dan dilebur menjadi SMP, Syahrul kembali bangkit melanjutkan sekolah di SMP Negeri Tarempa.

Menamatkan SMP tahun 1980, ia mencoba mengadu nasib di Tanjungpinang dan melanjutkan pendidikan di SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Di sini ia benar-benar mandiri. Sembari menuntut ilmu, Syahrul menyempatkan diri mengajar mengaji dari rumah ke rumah. Pada 1980 Syahrul mulai membentuk
remaja masjid di Tanjungpinang dan masih berkembang hingga sekarang. Ia juga aktivis KNPI, AMPI,Karang Taruna.

Pada 1983 Syahrul lulus dari SPG dan langsung diangkat menjadi guru. Ia mengajar di SD 71 Kecamatan Bintan Selatan. Pada 2008 ia menyelesaikan S 1, lulus dari Universitas Terbuka sebagai Sarjana Pendidikan.

Baca Juga :  Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kepri 67 Persen

Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, ia masih menyempatkan diri untuk bergabung dengan MUI, NU,
LPTQ hingga menjadi ketua PGRI yang akhirnya mengantarkan ia menjabat sebagai Wakil Wali kota Tanjungpinang periode 2013-2018, mendampingi Lis Darmansyah.

Pada 21 September 2018 Syahrul resmi menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang. Ia dilantik bersama wakilnya Hj Rahma Sip. Belakangan, Syahrul juga menjadi Ketua Partai Gerindra Provinsi Kepri sejak 2017.

Dia meninggalkan seorang istri Jauriyah dan tiga orang anak (seorang putera dan dua orang putri). Kepergiannya pada Selasa, 28 April 2020 sekitar pukul 16.45 WIB menyisakan banyak kenangan di tengah masyarakat.

Dalam sejumlah kesaksian kerabat, anak buah maupun sahabat, Syahrul dikenal sebagai sosok yang baik. Layak jadi panutan, bersahaja dan mengayomi.

Selamat jalan Ayah Syahrul. (BK/R)

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here