belajar mengemudi mobil

Belajar mengemudi mobil harusnya menjadi hal wajib bagi siapa saja yang memiliki mobil sendiri. Meski ada yang mempercayakan membawa mobil kepada sopir pribadi atau keluarga, ada saatnya membawa mobil sendiri itu penting. Pada saat genting misalnya, saat Anda sendiri di rumah dan membutuhkan sesuatu.

Tak sedikit orang yang terbayang atau membayangkan sesuatu yang menganggu ketika ingin belajar menyetir mobil. Entah itu pengalaman masa kecil yang pernah menyaksikan kecelakaan atau malah pernah menjadi salah satu korbannya.

Di saat seperti sekarang, agaknya bisa mengendarai mobil tak melulu milik mereka yang memiliki mobil. Juga tak harus berprofesi sebagai sopir pribadi. Banyak orang yang belajar mengemudi mobil untuk berjaga-jaga jika suatu saat dibutuhkan. Dan tak sedikit orang sudah lancar mengemudi mobil dan memiliki SIM padahal yang bersangkutan tidak memiliki mobil.

Penting Saat Belajar Mengemudi Mobil

Ada hal-hal penting yang tak boleh disepelekan siapa saja yang ingin belajar membawa mobilnya sendiri. Bagi Anda yang berniat mengikuti kursus atau minta teman diajari, ada baiknya membaca hal-hal penting di bawah ini agar tidak buta sama sekali.

Uraian di bawah ini berdasarkan penuturan pemilik bengkel mobil Mandiri Jaya Kreatif, Wahyu yang membuka bengkel di Batu 10, Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Selama ini ia sering dimintai warga untuk mendampingi belajar mengemudi mobil.

Cek Tuas Rem Tangan

Saat masuk ke mobil, mereka yang sedang belajar harus mengecek tuas rem tangan atau handbrake. Usahakan saat menarik tuasnya terdengar bunyi krek atau semacamnya yang menandakan rem sudah berfungsi secara maksimal.

Hal ini sangat berguna jika suatu saat Anda bisa membawa mobil sendiri. Pasti tak ingin kan seperti beberapa orang yang diberitakan mobilnya tiba-tiba jalan sendiri. Bisa jadi karena tuas remnya tidak ditarik dengan keras.

Baca Juga :  Berikut Cara Daftar KIP Kuliah untuk Siswa dari Kalangan Tak Mampu

Pastikan Mesin Siap Jalan

Selanjutnya yang juga penting ialah membiarkan mesin mobil siap untuk jalan. Prinsionya sama dengan sepeda motor, yang seyogyanya dipanaskan mesinnya beberapa menit. Jika sepeda motor tak memiliki indikator jika mesinnya ready to work, di mobil ada.

“Saya biasanya membiarkan mesin mobil dingin saat mau mengajari seseorang menyetir. Jadi dengan demikian saya bisa mengingatkan kalau lupa memanakan mesin,” tutur Wahyu.

Mengecek Transmisi

Hal lain yang dianjurkan Wahyu ialah mengecak transmisi. Namun ini hanya untuk mereka yang ingin belajar mengemudikan mobil manual, tidak untuk mobil matic. Caranya mudah, injak koplingnya, masukkan gigi satu lalu mengembalikannya ke netral.

Posisi Duduk

Kursi mobil adalah perangkat yang bisa disetel. Baik maju mundur maupun tingginya. Ini artinya seorang pengemudi harus memiliki kenyamanan paling pas baginya saat mengemudi. Dalam hal belajar mobil, menyetel kursi menjadi seuatu yang selalu diingatkan oleh Wahyu.

Kenyamanan kursi akan turut menguatkan perasaan atau feeling orang yang belajar menyetir. Dalam kondisi tiba-tiba, dengan posisi duduk yang nyaman ia bisa melakukan tindakan penyelamatan. Beda ketika ia sudah tidak nyaman duduk, untuk memikirkan hal lain kurang fokus.

Atus Posisi Spion

“Karena mengemudi itu bukan hanya sendirian di jalan raya, maka menjaga keselamatan orang lain juga perlu diperhatikan. Kalau latihan bisa di jalan sepi, lebih sering ke jalan kota. Namun kalau nanti mengemudi sendiri, spion itu mutlak penting,” Wahyu mengingatkan.

Baca Juga :  Perbedaan Wabah, Epidemi, Endemi dan Pandemi

Untuk itu, sebaiknya sebelum meluncur di jalan diatur dahulu posisi spion yang paling pas. Karena tubuh seseorang tidak sama dengan yang lain, misalnya tingginya, maka posisi spion sangat penting.

Kunci menyetel spion menurut Wahyi ialah pandangan di belakang kanan dan kiri mobil bisa terjangkau pandangan orang yang mengemudi. Ia bisa melihat posisi pengguna jalan lain di belakang kendaraannya. Sekarang banyak mobil terbaru yang menggunakan penyetel otomatis, menggunakan tombol.

Safety Belt atau Sabuk Pengaman

Standar mengemudi di manapun sama, untuk tidak melupakan memasang sabuk pengaman. Bahkan di dashboard mobil ada panel yang menandakan apakah sopir sudah mengenakan sabuk pengaman atau belum. Jika belum ada yang mengisyaratkannya dengan lampu indikator, ada juga yang dengan bunyi atau suara.

Sabuk pengaman memang diwajibkan karena mengurangi risiko berbahaya jika terjadi kecelakaan di jalan raya. Sabuk ini akan mampu menahan berat tubuh seseorang agar tidak terlempar.

Klakson Satu Kali

Namanya juga orang baru belajar mengemudi mobil atau baru pertama membawa mobil sendiri setelah selesai kursus. Nggak ada salahnya memencet klakson satu kali. Gunanya untuk memperingatkan, siapa tahu ada orang yang mau lewat.

Atau ada hewan seperti anjing dan kucing sedang ada di bawah mobil. “Intinya biar memulai mengemudi dengan tenang. Coba kalau baru mau mengemudi tiba-tiba ada anak bersedepa persis di depan saat mobil baru jalan, pasti kaget. Saya dahulu diajari cara mengemudi mobil oleh ayah saya ya seperti itu, jadi kebawa sampai sekarang,” kata Wahyu tersenyum.

Baca Juga :  Bingung Unduh dan Instal Patch Dapodikdasmen Versi 2020.b? Baca Caranya di Sini

Lihat Kanan Kiri

Jika sudah ada di jalan, sebaiknya mengendarai mobil sambil tetap memperhatikan spion di sebelah kanan, sebelah kiri dan juga kaca tengah depan untuk melihat bagian belakang mobil persis. Melakukan tindakan ini akan membantu kala pengemudi akan pindah jalur.

Yang paling berbahaya ialah apa yang disebut blindspot, di mana seorang pengemudi tak bisa melihat posisi seorang pengendara motor di sampingnya misalnya. Untuk menghidari terjadinya kecelakaan, tak ada jalan lain, hanya fokus menyetir sambil tetap awas dengan melihat kaca spion kanan dan kiri.

Panel Adalah Tanda

Sebagai montir mobil yang sudah belasan tahun membuka bengkel, Wahyu sering mendapatkan pasien berupa mobil yang mengalami masalah yang seharusnya bisa dihindari.

“Tak sedikit yang datang karena karburatornya bocor atau rusak karena tak paham ketika lampu indikator mesinnya menyala merah. Itu artinya panas. Biasanya soal air pendingin yang habis. Tetapi oleh pengemudinya dicueki,” terang Wahyu.

Untuk itu Wahyu menyarankan seorang pengemudi harus mengenal dekat kendaraannya. Kalau mobil baru pasti ada buku panduan manulanya, itu yang harus dibaca tuntas. Kalau mobil bekas, andaikata buku panduannya sudah tak ada bisa memnaca referensinya di internet.

Berdoa

Dan, yang terakhir dan selalu diingatkan Wahyu kepada setiap orang yang minta diajari mengemudi mobil padanya ialah berdoa. Doa menurutnya memiliki stimulus yang bagus sebelum mengerjakan sesuatu.

“Nyatanya berdoa dahulu sebelum mengerjakan pekerjaan apapun yang baik adalah hal yang dianjurkan oleh semua agama. Doa bisa menyejukkan, menguatkan atau memotivasi,” kata Wahyu mengakhiri.

Kini, Anda siap belajar mengendarai mobil untuk kemudahan mobilitas? ***

Memuat...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here