Beranda Kolom Opini HARHUBNAS 2023, Empat Poin Catatan MTI Kepri

HARHUBNAS 2023, Empat Poin Catatan MTI Kepri

0
Syaiful,SE /Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Kepri.

Oleh : Syaiful,SE /Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Kepri

Transportasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia karena transportasi memiliki kontribusi yang besar pada kehidupan manusia dalam kaitannya dengan segala aktifitas manusia sehari-hari.

Tepatnya tanggal 17 September 2023 ,merupakan hari ulang tahun Perhubungan Nasional yang ke 53 dikomandangkan , Kali ini Kementrian perhubungan Republik Indonesia Bapak Budi Karya Sumadi memberi tema “Melaju Transportasi Maju” tema ini sangat relevan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang dituntut untuk terus melakukan perbaikan, mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan pelayanan dibidang Transportasi.

Untuk wilayah provinsi kepulauan Riau, tentunya kita sama sama dapat melihat kemajuan dan pertumbuhan tumbuhan sistem transportasi baik dari segi infrastruktur maupun moda transportasi, hal ini didominasi transportasi laut , terjadinya pertumbuhan infrastruktur pelabuhan dan perbaikan yang dilakukan dinas perhubungan provinsi Kepulauan Riau melalui dana APBD maupun oleh kementrian perhubungan melakui dana APBN. Termasuk penambahan armada kapal Ro n Roll trayek baru Tanjungubang – Tanbelan – kalimantan. Serta Provinsi Kepri telah Memiliki perwakilan Dirjenda darat /BPTD sendiri.

Namun kami dari Masyarakat Transportasi Indonesia wilayah Kepulauan Riau berharap agar pada tahun 2024 nanti ada beberapa catatan yang terus di genjot baik dinas perhubungan provinsi Kepulauan Riau maupun Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Kemerdekaan Pers :¬†Dewan Pers Dilarang Minta Perusahaan Pers Melakukan Pendaftaran

Empat poin catatan dari MTI Kepri :
Poin pertama bidang darat :
Tentang penataan transportasi Angkutan Umum Darat , untuk wilayah Batam ,Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun, karena dapat kita lihat bahwa sangat minimnya Armada Transportasi Angkutan Umum darat , bahkan bus, angkot saat ini dengan kondisi tidak layak. Dengan minimnya angkutan umum tersebut berdampak terhadap naiknya tingkat kemacetan, polusi udara, meningkat angka kecelakaan dikarenakan semakin menjamurnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi ,baik roda empat maupun roda dua untuk berpergian.

Poin dua bidang darat :
Penyedian Bus pelajar /BUS sekolah.
Kami melihat bahwa kedepan hendaknya dinas perhubungan Kabupaten dan Kota maupun Dinas perhubungan Provinsi Kepri sudah memikirkan dan membuat perencanaan penyedian bus sekolah untuk tingkat SD dan SLTP dan SLTA .

Layanan transportasi sekolah merupakan kegiatan pemberian fasilitas untuk melayani antar jemput peserta didik dengan tujuan memudahkan transportasi dari dan menuju sekolah. Peserta didik akan dapat datang atau pulang sekolah dengan tepat waktu, sehingga disiplin waktu peserta didik akan meningkat. Mereka dapat fokus belajar dan tidak memikirkan resiko diperjalanan menuju sekolahnya.

Baca Juga :  Bangkitnya Meganthropus Keprinecus

Layanan transportasi ini dapat diwujudkan dengan mengadakan atau menyediakan bus sekolah.

Bus sekolah merupakan kendaraan berdaya tampung banyak yang digunakan untuk mengangkut para pelajar ke sekolah.

Bus sekolah tentunya menjadi salah satu bagian dari sistem transportasi publik di berbagai Negara termasuk di Indonesia yang dikelola dan disubsidi oleh pemerintah.

Bus sekolah tentu saja memiliki banyak manfaat lainnya yaitu :
1. Mengurangi penggunaan sepeda motor oleh para pelajar yang memang belum cukup umur untuk mengunaan sepeda motor.
2. Mengurangi kemacetan.
3. Mengurangi polusi.
4. Hemat biaya.
5. pelajar fokus menimba ilmu.

Ketiga bidang Laut :
Harapan pada tahun 2024 nanti beberapa pelabuhan diprovinsi kepri yang saat ini mangkrak semoga dapat dituntaskan dan dilanjutkan pembangunannya.seperti pelabuhan Malarko di Kabupaten Karimun, pelabuhan Tanjung Moco dan internasional di pulau Domoak Tanjungpinang , pelabuhan Internasional Berakit di Kabulaten Bintan.

Dengan aktifnya beberapa pelabuhan tersebut tentunya dapat menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kepri dan sebaliknya dengan menuntaskan pengerjaan pelabuhan pelabuhan tersebut tentunya uang negara jadi bermanfaat atau tidak sia -sia , karena semakin lama dibiarkan terbengkali tentu fisik bangunan kian rusak.

Baca Juga :  Demi Kepastian Hukum, LSM Cindai Akan Bawa Laporan PT.MIPI Ke Propam Mabes Polri

Poin keempat bidang Udara :
Salah satu catatan MTI Kepulauan Riau , masih mahalnya tiket didaerah perbatasan seperti Natuna dan Anambas , dengan mahalnya harga tiket pesawat tentunya sangat memberatkan bagi masyarakat pulau terluar untuk berpergian dan juga berpengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

MTI sudah beberpa kali mensuarakan , telah disampaikan juga oleh anggota DPR RI dapil Kepri ibu Cen sui lan saat rapat dengan mentri perhubungan RI , begitu juga disaat beberapa mentri berkunjung ke Natuna seperti Mendagri bapak Tito Karnarvian langsung ditodong masyarakat natuna menginginkan agar tiket ke natuna dapat diturunkan yang saat ini harganya hingga 2,7 jt untuk sekali terbang ,namun hingga saat ini belum ada perubahan dan perhatian dari pemerintah pusat.

Semoga hal ini dapat menjadi perhatian khusus dan harapan kita ,kepada dinas perhubungan provinsi Kepulauan Riau hendaknya terus gigih mensuarakan atau menyurati kementrian perhubungan RI (jemput bola ) agar menjadi perhatian khusus.***

Selamat HARHUBNAS 2023 ,
Maju Transportasi Indonesia.
Sukses buat segenap insan perhubungan.
Salam Transportasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here